Generasi Baru Knoppix Tampil Menawan dalam Bentuk Live DVD

2 03 2008

Berawal dari sebuah hobi mengoprek komputer, seorang mahasiswa di Universitas Helsinki, Finlandia, yaitu yang bernama Linus Benedict Torvalds telah berhasil mencetuskan sistem operasi baru yang dinamakan Linux pada tahun 1991. Sebenarnya Linux sendiri mempunyai hubungan kekerabatan dengan sistem operasi Unix karena dari sinilah awal terciptanya dan berkembangnya sistem operasi Linux  yang dikenal dengan open source-nya, artinya source code-nya tersedia dengan bebas untuk semua orang dan dapat dikembangkan oleh siapa saja yang ingin mengembangkannya.

Roda perjalanan Linux sendiri sampai saat ini mengalami pertumbuhan yang menjulang tinggi sekali jika dibandingkan dengan sistem operasi lain. Bayangkan saja, keampuhan sistem operasi terbuka Linux yang dijadikan solusi unggulan untuk dijadikan server dalam sebuah jaringan karena sedikitnya celah bugs yang ditemukan dalam sistem ini sehingga lubang keamanan pun menjadi sempit bagi para spam, virus maupun trojan untuk masuk sehingga pantaslah kalau disebut Linux merupakan sistem operasi yang stabil dan aman. Satu lagi sebuah terobosan yang digulir oleh Linux saat ini adalah telah dikemasnya sistem operasi Linux dalam satu CD yang berbentuk CD Live, artinya kita dapat mencicipi suguhan Linux tanpa harus menginstalnya terlebih dahulu ke dalam harddisk, tidak seperti halnya sistem operasi lain yang membutuhkan proses penginstalan agar dapat menggunakannya.

Perkembangan Live Linux CD di era millennium saat ini, kini telah menjamur ke sekian distro-disro yang baru dirilis, tak dapat disangka pula banyak dari sekian pengguna perdana Linux maupun yang telah lama sebagai linux user menggunakan distro Live Linux CD sebagai pilihan mereka karena dinilai hemat ruang harddisk (tidak perlu diinstal) dan bisa dibawa kemana-mana tanpa harus dengan susah payah mengusung CPU   jikalau sedang bepergian, tinggal bawa laptop lalu masukan Live Linux CD kedalam CD-ROM drive atau DVD-ROM drive, ditambah lagi tampilan user interface-nya serta fasilitas-fasilitas yang disediakannya pun tidak kalah menariknya dengan distro Linux yang bukan Live CD.

Knoppix merupakan salah satu distro live Linux dari sekian beragamnya distro live Linux yang beredar saat ini, tak dapat dipungkiri pula perjalanan karir Knoppix sendiri dinilai sangatlah lebih maju jika dibandingkan dengan distro Live Linux yang lain, maka pantaslah kalau distro yang satu ini dapat dikatakan sebagai Bapaknya si Live Linux.

Berbagai kelebihan di tawarkan oleh pentolan Live Linux ini, diantaranya kemampuan di dalam mendeteksi hardware secara otomatis dan telah dapat mensupport berbagai jenis graphics card, sound card, SCSI serta USB devices, kemudian proses booting yang memudahkan user, disusupi berbagai jenis software, teknik dekompresi on-the-fly, lalu Anda juga dapat menginstalnya ke dalam harddisk,  bisa menjadi tool pendemo Linux yang praktis ketika Anda ingin mengenalkan Linux kepada teman-teman Anda atau ketika dalam sebuah seminar atau workshop, serta dapat juga Anda gunakan sebagai tool test komputer sebelum Anda membeli sebuah atau beberapa Personal Computer (PC) dan Knoppix juga dapat merescue file-file Windows ketika komputer Windows milik Anda tengah crash.

Pada Bulan Agustus lalu, distro yang telah dirilis oleh orang yang berkebangsaan Jerman ini, yaitu Klaus Knopper, telah mencapai versi menjadi Knoppix 4.0.1. Salah satu hal yang baru pada distro ini adalah telah dibenamkannya kedalam Live DVD, karena pada versi sebelumnya Knoppix tampil dalam bentuk Live CD.   

Distro terbaru Knoppix 4.0.1 yang menjadikan distro Linux Debian 3.1 (Sarge) sebagai basis pembuatannya telah dihinggapi lebih dari 2.600 paket software, beberapa diantaranya, yakni aplikasi perkantoran OpenOffice 2.0 Beta, KOffice 1.3.5, Abiword 2.2.7 dan Gnumeric 1.5.1, lalu software m23, kemudian sejumlah program development ,diantaranya kdevelop3, GCJ, eclipse, dan mono; Sejumlah bugs telah diperbaiki; dicantoli kernel 2.6.12.4 versi update [http://www.kernelconcepts.de]; KDE 3.4.1 [http://www.kde.org] dipilih menjadi desktop environment andalan, akan tetapi juga telah disediakannya pilihan desktop environment lainnya, yaitu GNOME 2.8.

Anda dapat menggunakan Distro Knoppix 4.0.1 ini dengan beberapa sistem requirement, yaitu minimal memori yang dimiliki sebesar 128 Mb, jikalau anda memiliki kapasitas memori kurang dari 128 maka Knoppix tidak akan berjalan dengan optimal, untuk jenis prosesor, yaitu Pentium atau jenis lain yang setara dengan kecepatan minimal 350 MHz dan untuk keyboard maupun mouse dengan port serial atau PS/2 atau USB tidak menjadi suatu masalah, semuanya dapat berjalan kompatibel dengan sistem.

Ketika Anda ingin mencicipi aplikasi yang ada pada Knoppix 4.0.1, ada dua cara yang Anda dapat lakukan, yaitu cara pertama dengan mensetting booting pertama CD-ROM pada BIOS lalu Anda tinggal masukan DVD Live Linux-nya, maka selanjutnya Anda tinggal menunggu Knoppix sedang mendeteksi dan mengkonfigurasi hardware pada komputer milik Anda, setelah itu tampilan full KDE menanti Anda; Cara kedua adalah Anda dapat menjalankan Knoppix di atas sistem operasi windows tanpa harus merestart komputer, akan tetapi didalam melakukan hal ini Anda harus terlebih dahulu mempunyai software yang bernama coLinux (Cooperative Linux) yang dapat Anda download dengan gratis melalui alamat [http://www.colinux.org]. Software ini dapat menjadi mediator Live Linux untuk berjalan di Windows.

Tertarik dengan distro yang satu ini ? Software yang kini berada di bawah panji GNU General Public License (GPL) ini dapat Anda kantongi secara free dengan mengunjungi website [http://www.knoppix.org] dan jangan lupa siapkan satu keping DVD-RW untuk Anda bakar selanjutnya.

Sumber :

[http://www.distrowatch.com]

[http://www.knoppix.org]

[http://www.colinux.org]

[http://www.pjls16812.pwp.blueyonder.co.uk/knowing-knoppix/index.html]





Melirik Otak Kecil PS3

2 03 2008

Permainan Playstation kini telah menjadi sebuah trendmark di masyarakat penggemar videogames di seluruh dunia. Bayangkan saja hampir seluruh lapisan masyarakat senang bermain kotak mesin playstation ini, tak peduli apakah ia masih anak-anak, remaja bahkan hingga orang tua pun menggemarinya.

Melihat pangsa yang cukup besar ini melalui kerjasama yang dilakukan tiga perusahaan raksasa elektronika, yaitu IBM, Sony dan Toshiba sedang melakukan sebuah riset pengembangan prosesor yang dapat mempunyai kemampuan lebih dari satu chip dalam satuan waktu, bahkan diperkirakan mempunyai 10 kali dari performa chip terbaru pada PC, maka tak khayal mereka menyebut prosesor ini sebagai “ supercomputer on a chip”.      
“Cell” itulah nama prosesor yang sedang mereka debuti saat ini dan Pihak Sony sendiri akan melakukan gebrakan dengan menaruh otak chip tersebut kedalam console game Sony berikutnya, yaitu Playstation 3.   Dengan kekuatan otak baru pada Playstation 3, Linux diharapkan akan menjadi sebuah sistem operasi dasarnya. 

Berbagai kelebihan ditawarkan oleh Playstation 3 nantinya, diantaranya telah disediakannya fasilitas Bluetooth sebagai media konektivitas joystick nirkabel sehingga Anda dapat bermain sepuasnya secara bersama 7 joystick sekaligus, kemudian fasilitas WI-FI, Ethernet Gigabit adaptor, HDMI outputs, beberapa AV output, S/PDIF optical output yang digunakan untuk penghubung ke audio-video amplifier, lalu yang terakhir adalah fasilitas USB 2.0 outputs yang tersedia sebanyak 6 port, yakni 2 port berada pada panel depan dan 4 port berada pada panel belakang.

Tidak hanya itu saja, penampilan Playstation 3 yang begitu menggelegar akan juga diramaikan dengan kecepatannya yang seperti kilat serta tampilan gambar yang begitu hidup sehingga membuat orang terperanga melihatnya, karena memang didukung dengan “Cell” yang memiliki kecepatan clock 3,2 GHz, serta memori utama 256 MB XDR dan Nvidia Geforce 6800 ultra sebagai gacoan hardwarenya. Anda juga dapat menikmati indahnya surfing atau chatting di Internet dengan menggunakan Playstation 3. Walaupun Playstation 3 menggunakan Blue-Ray sebagai alat pemutar keeping CD-nya, akan tetapi Anda akan masih dapat mencicipi permainan Playstation 2 atau Playstation sebelumnya untuk Anda mainkan di kotak mesin Playstation 3.

Menarik serta menakjubkan memang jika kita melihatnya, akan tetapi kita harus masih menunggu setahun lagi untuk menikmati kedasyatan fasilitas Playstation 3 ini.

Sumber :

[http://www.linuxdevices.com

[http://www.playstation.com]





Samba Menjembatani Linux dan Windows

2 03 2008

Ketika kita mendengar kata “Samba”, mungkin sedikit terlintas dipikiran kita dengan tim sepakbola Negara yang telah berulang kali meraih piala dunia dengan jargon pemainnya saat ini adalah Ronaldo, ya tepat mereka adalah tim sepakbola negara Brazil yang dijuluki sebagai tim samba karena memang Negara ini mempunyai ciri khas permainan alat musik dan tarian yang disebut dengan samba. Lalu apakah hubungan software samba dengan Negara Brazil ? Sebenarnya tidak ada hubungan apa-apa, hanya saja sebuah kebetulan mempunyai nama yang sama.

Dengan banyaknya Workstation yang berbeda platform dalam sebuah jaringan Local Area Network (LAN)  akan lebih efisien dan praktis jika resource yang ada di LAN tersebut, seperti file dan printer digunakan secara bersama-sama. Hal ini menuntut Linux sebagai sebuah sistem operasi yang dijadikan solusi untuk dijadikan komputer server oleh para administrator untuk dapat melakukan file sharing dan printer sharing terhadap komputer client yang berbeda platform, seperti windows, karena memang tidak dapat dipungkiri banyak para pengguna Pesonal Computer (PC) masih terbiasa menggunakan Windows dalam aktifitas berkomputer sehari-hari.

Untuk menjawab tantangan ini, maka telah dikembangkanlah sebuah software yang bernama Samba. Di dalam sistem operasi terbuka Linux, Software yang pertama kali dirilis oleh Andrew Tridgell  pada tahun 1992 ini dikenal sebagai sebuah software aplikasi yang digunakan untuk menjembatani berbagai platform sistem operasi Linux atau Unix dengan Windows yang dijalankan dalam suatu jaringan client-server. Berbagai layanan aplikasi dapat kita jumpai pada software samba ini ketika kita menggunakan Windows sebagai klien dan Linux/Unix sebagai server sebuah jaringan, seperti dapat saling berbagi satu atau lebih file antar sistem (file sharing), kemudian dapat berbagi fasilitas seperti printer yang terinstal pada server maupun client-nya (printer sharing), membantu clients browsing, lalu juga dapat membantu atau memberikan dengan WINS name server resolution, bahkan software yang menggunakan protokol SMB (Server Message Block) sebagai media untuk berkomunikasi dengan protocol produk Microsoft Windows ini dapat membantu otorisasi tiap clients untuk dapat logging ke Windows domain. 

Pada bulan Agustus 2005 kemarin, Tim Samba yang saat ini beranggotakan lebih dari 3000 orang di dalam mengembangkan software  yang berada di bawah lisensi GNU General Public License (GPL) ini telah mengeluarkan versi up date Samba menjadi Samba 3.0.20, dimana versi ini telah mengalami sejumlah perbaikan bugs yang ditemukan pada versi-versi sebelumnya, sehingga diharapkan dalam aplikasinya dapat berjalan dengan stabil. Bagi Anda yang ingin mendapatkan atau melengkapi software Samba yang telah ada sebelumnya pada sistem operasi Linux milik Anda, dapat mendownloadnya secara gratis dengan membuka alamat [http://www.Samba.org].

Software Samba berjalan dengan tidak dilengkapi oleh Graphical User Interface (GUI) di dalam penggunaannya, akan tetapi ia berbasis teks sehingga harus menggunakan teks editor, seperti vi, joe, ee, pico, emacs, dan lain-lain di dalam aplikasinya. Tetapi jangan khawatir, bagi Anda yang terbiasa dengan tampilan grafis, Samba dapat dinampilkan dalam bentuk GUI dengan memerlukan sebuah software penunjang, yaitu LinNeighborhood. Aplikasi yang bersifat free software ini dapat anda gunakan dengan terlebih dahulu mendowloadnya pada alamat [http://www.linuxberg.org] atau [http://www.freshmeat.net]. Dengan Samba yang berpenampilan GUI, diharapkan para pengguna personal atau Network Administrator yang dahulu biasa bekerja dengan memakai Windows NT atau windows 2000 server mendapatkan kemudahan dalam menjalankan pekerjaannya.

Sumber:

[http://www.samba.org]

[http://www.linuxberg.org]

[http://www.freshmeat.net]

 





Nolstagia Game Console Nintendo dengan Emulator Snes9x

2 03 2008

PC dapat melakukan apa saja dari yang selama ini Anda bayangkan, bahkan PC dapat menjadi sahabat dekat Anda sehari-hari. Seperti halnya fungsi PC yang dapat menjalankan aplikasi non-PC, salah satu diantaranya adalah dapat menjalankan game console. 

Untuk menjadikan PC Anda sebagai game console, dibutuhkan sebuah program Emulator. Sedikit banyak mungkin Anda akan tersenyum melihat cukup banyaknya program emulator untuk PC saat ini yang berkembang, walaupun pada kenyataannya perkembangannya tidak pernah didukung dan direstui oleh pihak pengembangan game console sendiri.

Anda pasti sudah mengenal sebuah game console yang pernah populer pada era tahun 90-an, yaitu Nintendo. Seiring dimakan zaman, ternyata game yang terkenal dengan permainan Super Mario Bross, kini masih banyak digandrungi oleh sebagian orang pecinta game, walaupun bisa dibilang era game dengan 16-bit sudahlah ketinggalan zaman. Apakah Anda salah satu penggemar permainan game console ini ?

Bagi Anda pengguna platform Sistem Operasi Linux yang merasa ingin melepas rindu bermain game console Nintendo, Anda dapat menggunakan aplikasi emulator Snes9x. Saat ini Snes9x telah mencapai versi stabil 1.41. Snes9x merupakan program freeware yang berinteraksi di lingkungan console, sehingga Anda harus dapat ramah dengan lingkungan hitam putih.

Sadar akan banyaknya masukan agar sebuah game Nintendo dapat dimainkan secara bersama-sama, pihak pengembang memberikan fasilitas Netplay yang memungkinkan Anda dapat memainkannya dengan rekan-rekan lain dalam jaringan.

Snes9x sendiri tidak rakus dalam dalam pemenuhan standard sistem requirement, minimal processor 266-300 MHz, dengan RAM sebesar 32 MB (64 MB untuk penggunaan fasilitas Netplay secara maksimal).     

Untuk menjalankan Snes9x di lingkungan GUI, maka diperlukan software tambahan bernama GSnes9x bagi Anda yang menggunakan window manager GNOME atau KSnes9x yang berjalan di lingkungan KDE.

Bagi Anda yang ingin mencoba software-software yang dijelaskan di atas, Anda dapat mendownload Snes9x di alamat website [http://www.snes9x.com/downloads.html], sedangkan untuk GSnes9x dan KSnes9x dapat didownload dengan berseluncur terlebih dahulu ke alamat [http://sourceforge.net/project/showfiles.php?group_id=23132] dan [http://ksnes9x.sourceforge.net/download.html]. Ketiga file download tersebut masing-masing bertipe file kompres “tar.gz”. Selamat bernolstagia…

 Sumber :

 [http://www.snes9x.com]

[http://freshmeat.net]                





Gelar Raja Live Linux Untuk PCLinuxOS

2 03 2008

Lahir pada musim panas 2003 dan awalnya dikembangkan dari Mandrake (sekarang Mandriva) 9.2, PCLinuxOS mulai dirilis dengan menggunakan kernel versi 2.4, devs dan XFree86. Berkat kegigihan pihak pengembang, distro yang mempunyai alamat website [http://www.pclinuxos.com] kini telah mengalami beberapa perbaikan, sehingga membuat user dimanjakan dengan fasilitas dan penampilannya yang menawan.

Tak hanya isapan jempol belaka, berdasarkan survei website [http://www.distrowatch.com] yang merupakan salah satu web pemerhati perkembangan Linux di seluruh dunia, distro PCLinuxOS menduduki ranking pertama dalam jajaran Linux Live CD setelah mengungguli satu peringkat di atas Knoppix. Hal ini dapat cukup menjadi bukti, bahwa distro tersebut kini telah mengalami booming di sekitar seantero pengguna linux di dunia.  

Berbagai versi terbaru kini telah dirilis pihak pengembang PCLinuxOS disesuaikan dengan pengguna user tertentu, yaitu, PCLinuxOS MiniMe 0.93a, PCLinuxOS Junior 0.93a, dan PCLinuxOS SuperGamer.

PCLinuxOS MiniMe 0.93a merupakan distro live CD yang ramping, dimana penggunaan distro ini ditujukan kepada user yang menginginkan penampilan desktop basic yang tanpa beban. Untuk mendukung kinerja distro ini, kernel 2.6.16.27 dan window manager KDE 3.5.3 dipautkan bersama didalam rangka menghasilkan performa yang baik. Alhasil Anda dapat menikmati lebih dari 5000 paket aplikasi serta Anda juga dapat menyimpan konfigurasi di usb key disk.

Sama halnya dengan PCLinuxOS MiniMe 0.93a, PCLinuxOS Junior 0.93a memiliki settingan sistem yang sama pula. Hanya saja Junior mengemas program aplikasi yang terseleksi lebih dari sekedar desktop basic, seperti aplikasi untuk web browsing, email, instant messaging, blogging, IRC  chat, musik, graphics, video, digital camera, games, FTP, BitTorrent, transfer, CD/DVD burning, dan masih banyak lagi. Distro ini dibuat untuk memudahkan bagi pengguna newbie Linux yang terbiasa memakai Windows sebelumnya.

Berbeda dengan kedua versi PCLinuxOS di atas, PCLinuxOS SuperGamer merupakan distro yang dirilis guna para gamers. Karena padatnya aplikasi yang dikemas, distro ini dirangkum dalam bentuk DVD dengan total besar aplikasi 3,61 GB. Pengembang membagi jenis games dalam distro ini ke dalam 4 jenis, diantaranya 3D Games, Arcade, Cards, dan Strategy.

Bagi Anda yang merasa ingin mencicipi PCLinuxOS dapat mendownload dengan gratis  file ISO PCLinuxOS MiniMe 0.93a dan PCLinuxOS Junior 0.93a ke alamat pengembang [http://ftp.belnet.be/linux/pclinuxos/live-cd/english/preview/, masing-masing sebesar 299 MB dan 484 MB. Sedangkan untuk PCLinuxOS SuperGamer, pihak pengembang tidak memberikannya secara gratis, Anda dianjurkan untuk memesan keping DVD PCLinuxOS SuperGamer seharga 6,99 dollar, karena melihat besarnya kapasitas dari paket yang berada di dalamnya sebesar 3,61 GB, sehingga sangat membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mendownloadnya. 

Sumber :

[ http://www.pclinuxos.com]

[http://www.distrowatch.com]





Mounting Mudah dengan Usb-Mount

2 03 2008

Linux mempunyai ciri khas yang unik jika dibandingkan dengan sistem operasi yang ada saat ini, yaitu segala sesuatu penanganan sistem diperlakukan sebagai file, tak kecuali pun juga terhadap perlakuan semua device yang mencantol dalam Linux, seperti floppy drive, cd-rom/dvd-rom drive, dan perangkat removable device. Ada suatu direktori khusus yang berisi semua device yang terdapat di sistem, yakni direktori /dev.  Namun demikian, device yang terdapat dalam direktori /dev tersebut tidak dapat digunakan secara langsung dan harus dikaitkan dengan ke lokasi direktori yang lain terlebih dahulu, yang biasanya terdapat dalam direktori /mnt. Proses pengaitan tersebut dikenal dengan istilah mounting. 

Mounting merupakan sebuah upaya Linux untuk membaca sistem berkas yang ada pada suatu device tertentu, dimana untuk melakukan proses mounting tersebut harus terlebih dahulu melakukan scripting di konsole dengan menuliskan perintah mount. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan sistem operasi Linux, ada juga Distro Linux yang sudah menempatkan proses mounting secara otomatis sehingga tidak perlu bagi Anda untuk melakukan scripting di konsole.

Bagaimana dengan Anda yang mempunyai Linux di dalam PC, namun tidak dapat melakukan mounting secara otomatis ? Padahal Anda sudah bosan harus mengetik di konsole. Tidak usah berkecil hati, karena Usb-Mount dapat membantu permasalahan Anda.

Usb-Mount merupakan sebuah perangkat lunak yang dapat melakukan aktivitas mounting/unmounting secara otomatis di lingkungan Graphical User Interface (GUI) dan dengan semangat window manager KDE, software ini hanya dapat dijalankan. Perangkat lunak ini bekerja untuk  USB storage device, seperti flash disk, card reader, removable harddisk, dan perangkat USB storage lainnya.

Pada desktop nantinya akan ditampilkan icon-icon perangkat removable storage yang dicolokkan di komputer Anda dan selanjutnya sistem akan memountingnya, lalu kemudian untuk selanjutnya Anda dapat mengkliknya secara langsung untuk membuka berkas-berkas yang ada didalam perangkat USB storage tersebut. Sedangkan untuk perangkat seperti floppy drive atau cd-rom/dvd-rom drive, proses mounting otomatis tidak dapat dilakukan oleh Usb-Mount.   

Software yang dikembangkan dan dipublikasikan oleh Michael Hamilton sejak tahun 2004 , saat ini telah mencapai versi 0.96, dimana segala jenis bugs telah diperbaiki dari versi sebelumnya. Cukup dengan ruang space 35 MB, maka software yang satu ini dapat Anda miliki secara gratis dengan berselancar terlebih dahulu ke alamat [http://users.actrix.co.nz/michael/usb-mount-v0.96.tar.gz].

Sumber : [http://users.actrix.co.nz/michael/usbmount.html]





Solusi Membangun Jaringan Murah dengan K12LTSP

2 03 2008

Sekilas mungkin Anda berpikir untuk membangun sebuah usaha warung internet sangatlah membutuhkan sebuah modal yang sangat besar untuk melengkapi perlengkapan infrastruktur yang dibutuhkan, disamping pengeluaran sewa tempat dan renovasi ruangan. Akan tetapi pemikiran ini dapat ditepis, jikalau Anda menggunakan Linux sebagai basis sistem operasinya serta memakai konsep jaringan Diskless System, karena puluhan juta rupiah uang Anda dapat Anda hemat.

Jaringan Diskless System merupakan sebuah jaringan yang menggunakan satu server atau lebih untuk melayani workstation untuk melakukan komputasi dimana umumnya dengan komputer spesifikasi rendah dan tidak mempunyai tempat penyimpanan khusus (harddisk) pada user atau client. Sebagai contoh sederhana, Anda menggunakan dua buah CPU lengkap atau lebih yang diperuntukkan user atau client, akan tetapi pada kedua CPU tersebut tidak menggunakan harddisk. Jadi hanya server sajalah yang cukup dipersenjatai dengan harddisk.

Disamping biaya yang dibutuhkan minim, berbagai keuntungan banyak sekali ditawarkan oleh Diskless System, diantaranya adalah Diskless Linux dapat menjalankan program Windows 9.x/NT/200x maupun Linux sendiri; backup data terpusat di server, sehingga mempermudah dan mempermurah pekerjaan system administrator; dan keamanan data yang terpusat di server, sehingga jika terjadi masalah keamanan hanya perlu terfokus ke system server Anda. Bukan berarti konsep jaringan ini bersifat super hero alias sempurna tanpa ada cacat kelemahannya, ada juga kelemahan dari konsep jaringan ini, akan tetapi tidak perlu menjadi perhatian yang cukup serius, seperti usia pemakaian harddisk pada server akan menjadi pendek karena digunakan bersama-sama dan PC user atau client tidak bisa jalan jika server belum dihidupkan atau kerusakan server akan mengakibatkan semua PC client tidak berfungsi. Jangan khawatir karena ada usaha langkah preventif yang harus Anda lakukan untuk mencegah hal-hal diatas, yakni Anda hanya perlu memperhatikan perawatan yang lebih ekstra terhadap CPU server Anda, mulai dari kinerja hardware sampai dengan sistem servernya.

Distro Linux K12LTSP merupakan salah satu pilihan sebagai sebuah sistem server dalam jaringan tipe Diskless System, karena pada distro ini telah memuat proyek open source Linux Terminal Server Project (LTSP) [http://www.ltsp.org/ ] yang mengemas paket-paket untuk penggunaan Diskless System secara cepat, mudah, dilengkapi dengan aplikasi tambahan, serta dokumentasi yang lengkap.

Saat ini K12LTSP telah tersedia versi 4.4.1 dengan Fedora Core 4 [http://fedora.redhat.com]sebagai basis pengembangan sistem operasinya, dan dengan banyak perbaikan bugs serta update berbagai software didalamnya telah membuat performa distro yang satu ini layak di ancungi jempol. Penampilan grafis memukau desktop GNOME 2.10 dan KDE 3.4 yang dibenamkan ke dalam distro ini membuat Anda tidak akan pernah bosan untuk memandangnya secara lama. Untuk mencapai keluwesan dan kemampuan dalam mendukung hardware yang sangat luas, distro ini melengkapinya dengan menggunakan kernel 2.6.11.

Dari segi requirement K12LTSP 4.4.1, untuk PC server tidak menuntut dukungan hardware yang mencekik kantong Anda, yang dibutuhkan minimal PC server mempunyai prosesor Pentium III atau AMD atau Xeon dengan kecepatan setara 1 GH, sedangkan untuk RAM minimal mengantongi kapasitas 512 MB. Hal semua di atas haruslah terpenuhi, apabila sebuah workstation yang dibangun menampung dua sampai sepuluh PC client.

Berbagai perangkat lunak untuk mendukung jaringan telah diendapkan dan diupgrade ke dalam distro ini, diantaranya apache 13.3.34, bind 9.3.2, dhcp 3.0.3, iptables 1.3.5, dan samba 3.0.2. Bukan berarti distro ini fokus untuk jaringan sehingga software –software lain tidak ada, akan tetapi distro ini juga dipercantik dengan software-software papan atas di Linux, seperti dalam bidang perkantoran, yaitu abiword 2.42, koffice 1.4.2, open office 2.0.2, serta program manajemen email evolution 2.6.0; bidang multimedia, yaitu amarok 1.3.8, XMMS 1.2.10, serta pembakar CD K3B; bidang design grafis, yaitu GIMP 2.2.10; sedangkan untuk dunia internet, firefox 1.5.0.1 menjadi jagoan browser engine dan gaim 1.5 menjadi program pilihan chatting yang handal.

Penggunaan distro yang satu ini dapat juga menjadi sebuah solusi juga untuk membangun lab komputer di sekolah-sekolah, seperti SMP, SMU, dan SMK yang saat ini menjadi sebuah dilemma dikalangan dunia pendidikan karena biaya untuk membangun sebuah lab komputer ditaksir mencapai mencapai puluhan juta rupiah, sehingga cukup memeras anggaran keuangan sekolah. Hal inilah yang menjadi faktor penghambat dalam dunia pendidikan, disatu sisi perkembangan teknologi informasi begitu mengalir deras dan di satu sisi lagi siswa-siswi sekolah dituntut untuk memanfaatkannya sebagai wujud untuk mencerdaskan kehidupan bangsa agar tidak tertinggal dengan bangsa-bangsa yang lain dibidang teknologi.

Berminat untuk mencoba distro yang satu ini dalam membangun usaha warnet atau lab komputer sekolah, distro K12LTSP 4.4.1 dapat anda dapatkan file ISO-nya dengan secara free dengan terlebih dahulu anda berseluncur ke alamat website pengembang [http://k12ltsp.org/contents.html]. Pengembang menyediakan 5 buah file ISO untuk didownload, masing-masing sebesar 645 MB, 649 MB, 634 MB, 649 MB, dan 387 MB. Dengan K12LTSP, Anda tak perlu pusing lagi untuk memulai usaha. Selamat mencoba…

Sumber : [http://www.ltsp.org ]

[http://fedora.redhat.com]

[http://k12ltsp.org]





Reformasi Ditubuh Fedora Core 5

2 03 2008

Berawal dari sebuah Fedora project, distro Linux Fedora Core dikembangkan untuk pertama kalinya pada tahun 2002 silam. Misi yang tertuang dalam Fedora project adalah untuk menghadirkan peran komunitas Linux di seluruh dunia dalam mengembangkan sistem operasi open source yang handal namun bersifat free, sehingga penggunanya tidak harus dibebankan dengan biaya lisensi. 

Setelah rilis selama  kurang lebih empat tahun di dunia open source, kini Fedora Core merupakan salah satu distro Linux yang paling banyak penggunanya di seluruh dunia, baik untuk keperluan pemakai personal maupun korporat. User friendliness yang cukup tinggi, baik dalam hal instalasi maupun konfigurasi sistem, serta sistem sekuriti yang canggih menjadi salah satu daya tarik dari distro ini. Maka tak khayal banyak pihak yang menantikan peluncuran rilis terbaru dari distro ini dengan  harapan beberapa perbaikan dan fitur baru, serta versi yang lebih stabil dari sebelumnya.

  

Akhirnya setelah penantian yang cukup lama selama sembilan bulan, distro yang disponsori langsung oleh Perusahaan Red Hat ini, kini merilis versi terbarunya menjadi Fedora Core 5. Pihak pengembang memberikan jargon kepada Fedora Core 5 dengan istilah sebutan “Bordeaux”.

Dalam versi terbarunya, Fedora Core 5 tampil dengan balutan window manager versi anyar, yakni GNOME 2.14, KDE 3.5.1, serta XFce 4. Berbagai kelebihan dimiliki oleh ketiga window manager, yakni telah tampil dengan performa kecepatan lebih cepat dari  versi sebelumnya dan berbagai fitur dalam hal power management, file sharing, user help, system administration, teleconferencing, picture browsing, dan networking  telah mengalami peningkatan kinerja, dan yang paling terpenting adalah telah diperbaikinya berbagai bugs yang terdapat pada versi sebelumnya.   

Sistem X-Window Xorg 7.0 dipilih menjadi penyedia protokol dan fungsi-fungsi yang diperlukan untuk membangun ketiga window manager tersebut, dimana Xorg 7.0 kini dibangun secara modular sehingga memungkinkan bagi Anda dapat melakukan modifikasi dan perbaikan dalam waktu singkat. Pembaharuan juga terjadi pada kernel, yakni menjadi kernel versi 2.6.16. Pada versi kernel kali ini melalui penerapan Dmraid dapat mendukung berbagai motherboard yang memiliki fitur BIOS dan driver untuk RAID. “Tak ada gading yang tak retak”, mungkin pepatah ini diperuntukan Fedora Core 5 saat ini, karena ternyata kernel yang diusung belum dapat kompatibel dengan driver grafis dari vendor ATI atau Nvidia. Akan tetapi jangan khawatir, karena dalam waktu dekat ini kernel tersebut akan diperbaiki dan dapat didownload secara free [http://kernel.org/].

Berbagai aplikasi gacoan dapat Anda cicipi dalam distro ini, mulai dari aplikasi perkantoran, seperti Open Office 2.0.2; aplikasi design grafis, seperti Gimp 2.2.10; aplikasi database, seperti MySQL 5.0 dan PostgreSQL 8.1; aplikasi penjelajah internet Firefox 1.5; aplikasi chatting Gaim 1.5; aplikasi multimedia Amarok 1.4 dan Kaffeine 0.7.1; serta aplikasi bakar CD K3b 0.12.10. Tak hanya menyediakan fitur serta aplikasi perbaikan dan peningkatan dari versi sebelumnya, akan tetapi distro ini juga memuat berbagai fitur serta aplikasi terbaru mencapai muatan 500 MB.

Salah satu kelebihan dari kehadiran Fedora Core 5 dibandingkan dengan versi sebelumnya adalah telah dibenamkannya perangkat lunak Yum yang berfungsi sebagai aplikasi installer dan remover bagi paket instalasi rpm, sehingga Anda cukup dimudahkan dalam melakukan manajemen software yang ingin Anda gunakan di dalam sistem operasi Fedora Core 5.

Untuk sistem requirement, memang distro ini menawarkan spesifikasi yang tinggi, bayangkan saja, agar Anda dapat menikmati  GUI (Graphical User interface) dengan perfoma yang baik, minimal memori komputer yang harus Anda miliki sebesar 256 MB dan lebih disarankan lagi sebesar 512 MB, akan tetapi jika Anda ingin menginstal hanya dengan tampilan text mode saja, memori 128 MB cukup di partnerkan dengan komputer Anda.

Jika Anda adalah pengguna distro Fedora Core versi sebelumnya, hal pertama yang Anda  akan rasakan perubahannya adalah ketika Anda mulai menginstalnya, Anda akan melihat installer Anaconda dengan penampilan wajah baru. Melalui penampilan barunya, Anaconda menampilkan layar percakapan instalasi yang lebih menarik dari sebelumnya dengan tampilan full grafis dan memudahkan bagi Anda untuk menginstal tanpa ada rasa khawatir untuk melakukan kesalahan proses instalasi , karena installer akan memandu Anda disetiap tahapan proses instalasi.

Merasa ingin mencicipi Fedora Core 5, Anda dapat mendownload 5 file ISO yang siap untuk dibakar dengan mengunjungi alamat website pengembang [http://fedora.redhat.com] , pihak pengembang juga menyediakan file ISO untuk berbagai arsitektur komputer, seperti x86, x64 (x86_64) dan PPC (Power/PowerPC). Bagi Anda yang ingin merangkum instalasi Fedora Core 5 dalam satu paket, pihak pengembang juga menyediakan file ISO dalam bentuk format DVD.

    





Selamatkan PC Crash dengan SystemRescueCd

2 03 2008

Apa yang akan Anda lakukan ketika tiba-tiba sistem dan data di dalam PC Anda mengalami crash ? Mungkin Anda akan merasa bingung dan pusing karena banyaknya data penting yang harus diselamatkan dari PC Anda yang crash. Akan tetapi Anda jangan panik dan tetap tenang karena SystemRescueCd akan menolong Anda.

SystemRescueCd merupakan distribusi sistem operasi Linux yang dibuat secara khusus untuk memperbaiki sistem dan data setelah mengalami crash. Cara pemakaiannya sangatlah mudah, karena distro ini merupakan Live CD, jadi Anda tinggal masukkan CD kedalam CD-ROOM drive, lalu biarkan PC Anda membacanya. Anda juga dapat menginstal distro ini ke dalam USB drive, akan tetapi pastikan terlebih dahulu sistem BIOS dapat melakukan booting pada USB drive. 

Di dalam mendukung fungsinya, maka disematkanlah berbagai utilitas sistem kedalamnya, seperti :

1.    GParted, yang dapat digunakan untuk membuat atau mengedit partisi file sistem, software ini sering disebut sebagai software cloningan Partition Magic di Linux karena kemiripan interfacenya dengan software Partitiom Magic di Windows.

2.    GNU Parted, beda halnya dengan GParted yang berjalan pada Graphical User Interface (GUI), software yang berfungsi juga untuk manajemen file sistem ini berjalan pada sistem text based atau scripting.

3.    Partimage, dapat digunakan untuk merestore partisi linux apabila terjadi masalah dikarenakan virus atau file sistem yang error dan perangkat lunak ini juga dapat melakukan cloning sistem operasi ke beberapa jumlah PC.

4.    Tool-tool file sistem, yakni e2fsprogs, reiserfsprogs, reiser4progs, xfsprogs, jfsutils, ntfsprogs, dosfstools.

5.    Ntfs3g, digunakan untuk memounting partisi Windows Anda di Linux dengan mendapatkan hak akses file penuh untuk read atau write.

6.    Sfdisk, digunakan untuk untuk membackup dan  merestore partisi file sistem.

7.    Test-disk, tool yang dapat mengecek dan mendelete partisi file sistem.

8.    Tool network, seperti Samba, NFS, ping, dan nslookup. sehingga memungkinkan Anda untuk mensharing data dengan komputer lain apabila teman Anda membutuhkan data yang Anda miliki dengan cepat walaupun sedang terjadi crash pada PC yang Anda miliki.

9.    Antivirus Clamav, Apabila crash-nya PC Anda dikarenakan terkena virus, Anda dapat melakukan proses scanning virus dengan software yang satu ini.

Distro yang menjadikan distribusi Linux Gentoo sebagai basis pengembangannya, telah mensupport berbagai file sistem, seperti ext2, ext3, reiserfs, reiser4, xfs, jfs, vfat, ntfs, dan iso9660. Pihak pengembang kini sudah merilis SystemRescueCd versi 0.3.2. Jadi bagi Anda yang ingin mencicipi distro ini, Anda dapat mendowload file ISO sebesar 118 MB dengan berseluncur ke alamat pengembang [http://www.sysresccd.org]. 

sumber : [http://www.sysresccd.org]





Menjelajahi Dunia Maya dengan Mylo

2 03 2008

Sony Corporation kembali meramaikan pasar gadget linux  dengan mengeluarkan produk komunikator terbaru yang bernama Mylo, kependekan dari My Life Online. Dari nama kepanjangannya saja Anda pasti dapat sudah menyimpulkan, bahwa gadget ini ditujukan memiliki arah orientasi fungsi lebih kepada sisi dunia maya.

Memang betul Mylo lebih diorientasikan dunia maya, karena produk komunikator ini mengkhususkan fungsinya lebih ke arah untuk browsing serta chatting. Jadi bagi Anda penggemar online serta chatting, berbahagialah karena Anda tidak perlu memiliki PDA atau Smartphone atau bahkan mungkin laptop, karena bentuknya yang lebih kecil sehingga mudah dibawa kemana saja. Gadget ini cocok sekali bagi Anda yang memiliki mobilitas yang tinggi.   

Bagi pihak Sony, Mylo merupakan produk komunikasi broadband Wi-Fi pertama yang diluncurkan sebagai bentuk mengikuti perkembangan pasar yang kini marak dengan teknologi jaringan nirkabel (Wi-Fi) dimana-mana, seperti di kampus-kampus, ruang publik, dan bahkan di dalam rumah. Koneksi Mylo sendiri menggunakan koneksi Wi-Fi 802.11b yang mendukung enskripsi WEP dan WPA, sehingga dapat digunakan untuk  hotspot pada umumnya .

Mylo tak hanya sekedar sebuah personal komunikator, tapi juga dapat difungsikan sebagai multimedia. Ia dapat memainkan file musik digital dalam format, seperti MP3, ATRAC, dan WMA. Selain itu, ia juga dapat menyimpan serta menayangkan foto dalam bentuk JPEG dan video dengan format MPEG 4. Fasilitas Bluetooth telah disematkan kedalamnya, sehingga memungkinkan Anda berbagi koleksi foto, video, dan lagu kepada teman Anda.

Seperti halnya produk gadget games yang dikeluarkan oleh Sony, Mylo memiliki bentuk yang sedikit mirip menyerupai PSP (PlayStation Portable) dengan balutan casing berwarna hitam dan putih. Mylo dilengkapi dengan keyboard QWERTY dan layar LCD dengan resolusi sebesar 320 x 240, sedangkan untuk meyimpan data disediakan memori internal 1 GB. Jika Anda merasa masih kurang, Anda masih dapat memasang memori Stick Pro Duo yang terjual terpisah. Untuk sumber tenaga, litium dijadikan bahan sebagai baterainya yang dapat diisi kembali dan mampu bertahan hingga 45 jam untuk pemutaran lagu dan 7 jam ketika dipakai chatting atau browsing.    

Dalam hal meningkatkan fitur-fitur komunikasi berbasis internet yang handal, Sony menggaet Yahoo dan Google Corporation dalam hal layanan pesan instant, yakni Yahoo Messenger dan Google Talk. Untuk layanan telepon via internet, Sony menggandeng eBay Corporation, pemilik layanan VoIP Skype.

Walaupun fungsinya yang tidak dapat digunakan sebagai telepon seluler, diperkirakan Mylo dapat merebut hati para konsumennya. Jikalau Anda salah satunya, Anda dapat memilikinya dengan mengeluarkan kocek Anda sebesar US$ 350 atau sekitar lebih dari tiga juta rupiah.   

Sumber : [http://www.sony.com/mylo]