Perbedaan Domain dan Workgroup

23 02 2008

Emh…hhhh akhirnya gw nemuin juga secara tertulis perbedaan antara penggunaan domain dengan workgroup pada workstation. Sebelumnya jujur aja gw agak masih sedikit bingung dalam penerapannya, tapi Alhamdulillah gw nemuin jawabannya.

Begini…i

Setiap workstation bisa berpartisipasi dalam suatu workgroup atau domain. Banyak admin mengelolanya sebagai domain untuk mengukur sumberdaya.

Suatu domain server adalah server dengan semua fungsinya, memiliki database user dan group yang mencakup semua sumberdaya domain. Domain bisa saling dihubungkan bersama via trusted domain. Keuntungan dari trusted domain adalah, user hanya perlu satu user account dan password untuk memperoleh sumber daya di semua komputer anggota domain, dan administrator bisa mengelola sumberdaya secara terpusat.

Workgroup sekedar mengelompokkan sejumlah workstation yang bukan anggota domain.

Account user dan group ditangani secara berbeda-beda antara domain dan workgroup. User account bisa ditentukan pada tingkatan local atau domain. Local user account hanya bisa logon pada komputer secara lokal, sedangkan domain account bisa logon dari workstation manapun di domain.

Global group account ditentukan pada tingkatan domain. Suatu global group account menjadi cara mudah untuk memberikan akses ke sekelompok user dalam domain. Local group account ditentukan pada masing-masing komputer. Local group account bisa beranggotakan global group account dan user account.

Dalam suatu domain, database user dan group di-shared oleh server. Setiap workstation dalam domain tidak memiliki copy database tersebut, tetapi bisa mengaksesnya. Sedang dalam Workgroup, setiap komputer dalam memiliki database sendiri, dan tidak membagi informasi tersebut.

Oke, itulah perbedaan antara domain dan workgroup. Implementasi domain dapat diterapkan di sistem operasi Linux dan sistem operasi Windows NT. Akan tetapi cobalah penerapannya di Linux, karena dari situ kita akan banyak lebih mengeksplor lebih jauh.





Konfigurasi BIND sebagai DNS Server

1 02 2008
Software : Fedora Core 4
Bind-9.3.1-4Pengalamatan sebuah jaringan dunia internet menggunakan karakter penomoran atau kita kenal dengan istilah IP address. Oleh karena keterbatasan ingatan manusia terhadap pengalamatan nomor ip address maka dibuatlah transformasi ip address ke dalam sebuah nama. Untuk melakukan proses transformasi diatas, banyak sekali jenis software yang berkembang, salah satunya adalah software bind yang telah banyak dipakai oleh kebanyakan admin karena sifatnya yang freeware dan dianggap memiliki performa yang baik.

Ada beberapa hal mengenai proses konfigurasi bind, diantaranya adalah konfigurasi file /etc/named.conf ; /etc/resolv.conf; /var/named ; dan /etc/hosts . Berikut konfigurasi bind sederhana yang saya lakukan sebagai pembelajaran awal konsep bind:

Konfigurasi File /etc/named.conf

zone “kuplug.net” IN {
type master;
file “dbkuplug.net”;
allow-update { none; };
};

zone “200.168.192.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “db192.168.200”;
allow-update { none; };
};

Untuk contoh konfigurasi diatas, menggunakan alamat ip address 192.168.200.7 dan www.kuplug.net sebagai nama FQDN (Fully Qualified Domaian Name).

Konfigurasi File /var/named/dbkuplug.net

$TTL 86400
@ IN SOA ns1.kuplug.net root.kuplug.net (
42 ; serial (d. adams)
3H ; refresh
15M ; retry
1W ; expiry
1D ) ; minimum

@ IN NS ns1.kuplug.net.
ns1 IN A 192.168.200.7
www IN A 192.168.200.7

Kita harus membuat file dbgucc.net di direktori /var/named sendiri dengan perintah :
vi /var/named/dbgucc.net

Konfigurasi File /var/named/db192.168.200

$TTL 86400
@ IN SOA ns1.kuplug.net root.kuplug.net (
42 ; serial (d. adams)
3H ; refresh
15M ; retry
1W ; expiry
1D ) ; minimum
@ IN NS ns1.kuplug.net.
7 IN PTR ns1.kuplug.net.

Sama hal dengan konfigurasi file dbgucc.net, file db192.168.200 juga dibuat sendiri pada direktori /var/named dengan perintah : vi /var/named/db192.168.200

Konfigurasi File /etc/hosts

127.0.0.1 localhost.localdomain localhost
192.168.200.7 ns1.kuplug.net ns1

Konfigurasi File /etc/resolv.conf

domain kuplug.net
search kuplug.net
nameserver 192.168.200.7

Konfigurasi software bind secara sederhana sudah selesai, sekarang kita merestart service named dan network :
[root@ns1 ~]# service network restart
[root@ns1 ~]# service named restart

Perlu diketahui bahwa software bind juga dikenal di linux dengan nama istilah named. Selanjutnya adalah kita menge-test hasil konfigurasi bind di atas dengan perintah nslookup :

[root@ns1 ~]# nslookup www.kuplug.net
Server: 192.168.200.7
Address: 192.168.200.7#53

Name: www.kuplug.net
Address: 192.168.200.7

Apabila tampil pesan sistem seperti di atas maka, konfigurasi bind telah berhasil. Selamat mencoba…