Si Live Linux Slax yang Makin Kian Digemari

2 03 2008

Bagi Pembaca yang baru mengenal atau menggunakan sistem operasi Linux/GNU (GNU is not UNIX) pasti Anda baru mengenal distro-distro Linux yang sudah familiar dikalangan pengguna Linux, seperti Red Hat, Mandrake, Suse, Slackware dan Debian. Padahal sebenarnya banyak sekali distro-distro baru yang telah dikembangkan saat ini dan perlu anda ketahui bahwa telah dirilis sejumlah ratusan jenis distro [http://www.distrowatch.com] yang siap dipakai oleh Anda sesuai dengan selera yang diinginkan dan Anda bisa dapatkan secara gratis karena freeware atau secara komersil hanya dengan cara mendownloadnya. Bahkan saat ini, sistem operasi yang telah dikembangkan oleh Linus Benedict Torvald pertama kali pada tahun 1991 ini telah menyediakan segala kemudahan bagi penggunanya, seperti salah satunya adalah telah dirilisnya CD Live Linux. Dengan CD Live Linux Anda dapat menjalankan sistem operasi yang dikenal open source ini tanpa harus menginstalnya terlebih dahulu, yang Anda harus lakukan adalah hanya memasukan CD Live Linux ke dalam CD-ROM atau DVD-ROM drive milik Anda, lalu tunggu beberapa menit maka selanjutnya Anda akan dapat menikmati segala utilitas-utilitas yang telah disediakan oleh distro Linux tersebut.

Seperti contohnya pada Distro Linux Slax yang telah mengalami beberapa kali up-date dan pada tanggal 19 Juli 2005 lalu distro yang dirilis oleh Tomas Matejicek telah mencapai versi 5.0.6. Slax 5.0.6 merupakan salah satu distro Linux yang berbentuk CD Live, dimana distro yang bergambar menyerupai daun berwarna hijau ini dikembangkan melalui distro Slackware. Si jagoan hijau ini menawarkan berbagai penambahan dan perbaikan fitur-fitur aplikasi yang telah disempurnakan pada versi sebelumnya, seperti window manager yang digunakan adalah KDE 3.4.1 yang memungkinkan para pengguna sistem operasi Windows yang baru menggunakan Linux dapat beradaptasi dengan mudah, kemudian KOffice 1.4.0 yang menyediakan berbagai layanan aplikasi perkantoran, dan fitur yang paling utama ditawarkan dari distro ini adalah telah dibekalinya kernel 2.6.12.2 yang dilengkapi dengan ALSA sound drivers 1.0.9b.          

Untuk sistem requirement Anda tidak perlu khawatir, karena hanya dengan minimal  memiliki prosesor pentium i486 atau AMD yang setara, Anda dapat menikmati tampilan Slax 5.0.6 lengkap dengan berbagai fitur yang tersedia. Akan tetapi Anda harus memiliki kapasitas memori minimal sebesar 128 MB agar Anda dapat menampilkan window manager KDE. Keyboard dan mouse yang memiliki jenis port PS/2 atau USB dapat langsung secara otomatis terdetek, sedangkan untuk jenis port serial tidak dapat secara otomatis dibaca oleh distro ini tetapi tetap dapat Anda pakai dalam penggunaannya.   

Perilis yang menyukai angka favorit nomor 4 ini menawarkan berbagai jenis versi Slax yang hanya dapat Anda download dengan CD berdiameter 8 cm hingga Anda dapat menaruhnya di saku baju atau saku celana Anda dengan mudah dan nyaman, diantaranya adalah Slax Standard Edition v.5.0.6 yang menyediakan banyak koleksi software-software dibandingkan dengan jenis versi Slax yang lain dan Anda hanya membutuhkan ruang space 177 MB untuk mendownloadnnya, Slax KillBill Edition v.5.0.6 yang dapat menjalankan aplikasi Windows dengan Wine, Slax Server Edition v 5.0.6 yang mendukung untuk digunakan sebagai server karena telah melingkupi hal-hal yang diperlukan oleh sebuah server, yakni DNS, DHCP, SMB, HTTP, FTP, MySQL, SMTP, POP3, IMAP dan SSH, Slax Popcorn Edition v 5.0.6 yang di dalamnya tersedia dengan simple sekali hanya terdapat  XFce desktop, Mozilla Firefox, beep-XMMS, Gaim dan AbiWord kemudian yang terakhir adalah SLAX Frodo Edition v 5.0.6, yaitu versi Slax yang tanpa dilengkapi X window dan hanya terdapat console Linux.

Sumber : [http://slax.linux-live.org]





Asianux : Distronya Bagi Orang Asia

2 03 2008

Linux sebagai sebuah sistem operasi open source yang artinya, yaitu source code-nya disediakan dengan bebas untuk semua orang tanpa terkekang payung lisensi untuk mendapatkannya. Hal ini menyebabkan seseorang atau komunitas dapat berunjuk gigi dalam mengembangkan Linux  guna menghasilkan sebuah sistem operasi yang sesuai dengan keinginan atau kepentingan si pengembang. Alhasil saat ini kita telah melihat banyaknya variasi Linux yang berbeda dan mungkin membingungkan bagi user untuk memilih dari sekian banyak jenis distro Linux yang ada. Akan tetapi pada dasarnya, masing-masing distro Linux mempunyai keunikan dan fitur-fitur tersendiri. Memilih sebuah distro tak khayal seperti kita memilih baju yang ingin kita pakai, hanya masalah selera dan kebutuhan.

Berawal dari semangat mengembangkan Linux inilah, tiga Negara yang berasal dari Asia Timur, yaitu  Perusahaan Red Flag Software Cina, Perusahaan Miracle Linux Jepang dan Perusahaan HaanSoft Korea Selatan bekerja sama mengembangkan sistem operasi Linux yang diperuntukan sebagai sistem server, versi Linux ini bernama Asianux.

Distro Linux yang mulai pertama kali diluncurkan tahun 2004 silam ini, memiliki agenda besar ke depan, yakni melalui kerjasama yang dilakukan oleh ketiga perusahaan tersebut, diharapkan nantinya Asianux dapat dijadikan sebuah standar penggunaan sistem server di wilayah Asia. Adapun target dari objek pemakaian Asianux sendiri nantinya akan tertuju pada kalangan pelaku bisnis regional serta bidang pemerintahan, sehingga dengan diluncurkannya Asianux diharapkan dapat menjadi sebuah momen semangat bagi gerakan “Go Open Source” yang kini marak dilakukan di masing – masing negara di Tanah Asia.

Pada bulan Agustus kemarin, distro yang menggunakan distribusi Red Hat sebagai basis dari pembuatan sistem operasinya telah mencapai versi Asianux 2.0 . Berbagai perbaikan bugs dan fitur-fitur tambahan telah di rangkum ke dalamnya, diantaranya yaitu telah menggunakan kernel 2.6 di dalam menunjang kinerjanya; kompatibel dengan prosesor AMD Opteron, prosesor AMD Athlon, prosesor Xeon Intel 32 bit, dan prosesor Xeon Intel 64 bit yang kini tengah booming di dunia prosesor karena kemampuannya yang dapat mengolah instruksi sepanjang 64-bit dalam satu clock cycle sehingga secara tidak langsung mendukung kinerja memori lebih cepat, saat ini penggunaan teknologi prosesor 64 bit telah didominasi oleh sistem operasi Windows; disediakannya LKCD, LKST, Diskdump, Netdump dan berbagai jenis lainnya dalam mendukung kinerja sebuah sistem server; mendukung CGL 2.0;  virtualisasi berbasis IBM OpenPower; manajemen tools yang professional dan user-friendly sangat efektif di dalam menurunkan biaya maintenance; kompatibel dengan LSB 3.0 dan LI18N;  dukungan akan device main stream server, storage dan network telah diperbaiki; peningkatan keamanan dengan ACL, NX, Crypt file system, latest Security Patch, VPN, dan pre-configed; dan mendukung EFI (Extensible Firmware Interface) di dalam platform IA32 dan IA64.

Demi hadirnya ketersediaan aplikasi dan kompabilitas hardware yang merupakan kunci utama dalam penggunaan sebuah sistem operasi, Asianux 2.0 kini telah banyak disokong oleh perusahaan-perusahaan global software dan hardware terkemuka, seperti Adaptec, AMD, BEA, CA, Dell, EMC, Emulex, HP, Hitachi, IBM, Intel, NEC, Oracle, Samsung Electronics, SAP, Stratus Technologies and Symantec.

Ketika Anda menginstal Asianux 2.0 ke dalam komputer Anda, interface dari tahap penginstalan hampir sama dengan distribusi Linux Fedora Core (distro perkembangan dari sistem operasi Linux Red Hat juga). Seperti penginstalan distro Linux pada umumnya, Anda akan melalui 4 proses dalam penginstalan ini, yaitu startup, partisi, configuration, dan instalasi paket software. Distro yang memiliki 4 bahasa, yaitu Inggris, Cina, Jepang, dan Korea telah mengemas 1048 paket software kedalamnya dan untuk mendapatkan paket software itu semua, Anda hanya diminta untuk menyisihkan ruang hardisk sebesar 3,3 GB. Tetapi amat disayangkan, aplikasi perkantoran seperti OpenOffice atau KOffice tidak terdapat ke dalam paket software ini, padahal sebuah sistem server yang ditujukan untuk bidang bisnis regional dan pemerintahan cukup membutuhkan juga aplikasi perkantoran sebagai pelengkap kegiatan adminitrasi kantor.

Window manager KDE menjadi pilihan bagi Asianux 2.0 didalam menyediakan antarmuka grafisnya karena KDE dinilai sebagai window manager yang handal dengan antarmuka yang intuitif. Asianux 2.0 mencoba menampilkan KDE yang mirip interfacenya dengan Windows, sehingga bagi Anda user yang belum terbiasa dengan tampilan Linux dapat cepat beradaptasi. Kemudian pada taskbar secara default telah tersedia Firerefox, Kontact dan Konsole.

Bagi Anda yang ingin menjadikan Asianux 2.0 sebagai mitra kerja dalam sistem server yang Anda miliki, Anda dapat mencobanya secara free dengan hanya mendownload 2 file ISO yang masing-masing sebesar 661 MB dan 554 MB ke alamat [http://www.asianux.com]. Tak ada salahnya mencoba kan ?.






Sumbangsih Sosial Oralux Bagi Para Tunanetra

2 03 2008

Mungkin Anda berpikir bahwa seorang tunanetra tidak mungkin dapat belajar komputer dikarenakan keterbatasan alat panca indera penglihatan, akan tetapi pemikiran ini tidaklah benar adanya. Saat ini banyak sekali media yang dikembangkan guna mempermudah seorang tunanetra untuk berinteraksi di depan komputer, seperti halnya software pembaca layar (screen reader) Jaws yang berjalan di Windows. Untuk mendapatkan software yang berlisensi komersil tersebut tentulah sangatlah mahal, ditambah lagi beban untuk membayar lisensi sistem operasinya sehingga kalau diakumulasikan, Anda harus mengeluarkan kocek Anda sampai jutaan rupiah. Tidak halnya seperti di dunia open source, setiap orang bebas mendownload sistem operasi Linux dan software-softwarenya tanpa harus dikejar-kejar rasa ketakutan untuk membayar lisensi.yang jumlahnya sangat besar.

Di dunia Linux  kini telah dirilis dan dikembangkan berbagai macam distro yang mendukung para penyandang cacat tunanetra untuk bisa menikmati cantiknya performa Linux, seperti salah satunya adalah distro Linux Oralux. Dengan dirilisnya sebuah distro ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan digital bagi masyarakat tunanetra untuk tetap dapat mencicipi kemajuan teknologi komputer yang saat ini tengah berkembang.

Oralux yang memiliki lisensi free software atau General Public License(GPL) kini telah mencapai versi 0.6 alpha dan sampai saat ini belum ada sebuah rilisan versi update yang baru dikembangkan, kemudian distro yang memiliki lambang kepala ayam jantan ini menggunakan Knoppix sebagai  distro pengembangnya, maka pantaslah kalau Oralux dapat disebut sebagai salah satu cucu dari Debian, karena Knoppix sendiri merupakan turunan dari Debian. Untuk versi Oralux 0.6 alpha sendiri menggunakan basis Knoppix 3.3.

Untuk menjalankan sistem operasi ini Anda tidak perlu susah-susah dan lama menunggu untuk diinstal ke dalam harddisk terlebih dahulu, akan tetapi Anda hanya harus mensetting BIOS untuk melakukan booting dari CD-ROM drive atau DVD-ROM drive komputer. Hal ini dikarenakan sifat Oralux yang dikemas dalam bentuk Live CD.

Kemolekan aplikasi yang dimiliki oleh distro ini cukup dibilang tidak terlalu kompleks, hanya dua jenis program yang menjadi andalan dalam distro ini, yaitu Emacspeak dan YASR (Yet Another Screen Reader). Kedua program tersebut  disajikan ke dalam distro ini sebagai sebuah desktop tampilan yang nantinya user dapat memilih di antara kedua desktop tersebut dan pada dasarnya kedua desktop tersebut menawarkan fasilitas-fasilitas yang sama pula.

Emacspeak merupakan aplikasi screen reader yang merupakan perkembangan dari software editor teks Emacs, pada software ini akan merubah setiap teks ke dalam bentuk suara (screen to speak). Tidak hanya bertugas sebagai editor teks saja, saat ini Emacs telah dapat mengakses email, web browser, database sederhana, kalkulator, alat Bantu pemrograman komputer, shell atau terminal untuk memberi perintah dengan nama bash (Bourne Again Shell), dan lain-lain. Sama halnya dengan Emacspeak, YASR juga merupakan program screen reader yang ditancapkan ke dalam Oralux, dekstop ini menampilkan pilihan menu sehingga User sekilas dapat lebih mudah untuk mengerti mengenai fasilitas yang disajikan, berikut  pilihan menunya :

1.       YASR dokumentasi

berisi dokumentasi yang menjelaskan bagaimana cara menggunakan YASR.

2.       Editor teks N E (Nice Editor)

Pada editor teks ini, Anda dapat melakukan aktifitas adminitrasi di Linux seperti membuat file baru, menyimpan file, membuka file dari suatu direktori, dan menyimpan menjadi file lain atau ke direktori lain. 

3.       Browser web Links

Links merupakan aplikasi browser web berbasis teks yang mendukung javascript dan ssl. Aktifitas yang dapat dilakukan, yakni membaca file htm atau html dan mengakses web dan webmail

4.       Shell bash

Anda dapat melakukan pengetikan perintah-perintah dasar berbentuk teks, seperti layaknya DOS pada windows, di shell bash anda juga dapat mengenal user di Linux, bekerja sebagai admin, dan menyimpan direktori kerja (/home/knoppix) dan file-file konfigurasi.  

5.       Kalkulator

Dengan program ini Anda dapat melakukan perintah menghitung, seperti menjumlah, mengurang, membagi, mengalikan, dan sebagainya.

6.       Keluar YASR

Anda diberikan tiga pilihan, yakni shutdown komputer, reboot komputer atau mengubah preferensi.

Ketika Anda mencoba untuk mencicipi Oralux, maka distro ini akan menampilkan interface booting yang mirip sekali dengan tampilan booting Knoppix. Hal yang paling penting dari distro yang satu ini adalah kelengkapan atau kompatibel dari sound card yang ada pada PC Anda, karena nantinya setiap teks yang ada pada layar akan dibaca audio oleh Oralux (screen reader). Jika booting berhasil, maka akan terdengar suara kokok ayam jantan yang menandakan sound card berfungsi dengan baik, akan tetapi jikalau Anda tidak mendengar juga suara kokok ayam jantan selama lebih dari lima menit, maka sound card tidak kompatibel. Akan tetapi jangan khawatir, yang Anda lakukan adalah mensetting sound card dengan mereboot kembali komputer (Ctrl-Alt-Del), kemudian beri opsi saat boot sesuai dengan jenis sound card. Biasanya kartu suara dapat berfungsi dengan driver dari ALSA, sehingga ketikan “knoppix alsa” pada saat komputer diboot. 

boot: knoppix alsa

Setelah melakukan booting barulah Oralux memberikan perintah kepada user untuk melakukan konfigurasi-konfigurasi. Pertama Oralux akan meminta Anda untuk mengatur volume suara dari komputer, apakah cukup didengar oleh User atau tidak, Anda dapat menambah volume suara dengan menekan tombol enter atau tombol spasi untuk mengurangi volume suara, jika dirasa sudah pas volume yang anda setting, maka Anda dapat menekan tombol selain enter dan spasi sebagai simbol “Yes”.

Untuk konfigurasi selanjutnya adalah pemilihan bahasa yang akan digunakan. Oralux kini menyediakan 5 jenis bahasa, yakni Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, dan Rusia. Lalu konfigurasi berikutnya mengenai pemilihan tipe keyboard, ada enam belas jenis tipe keyboard yang dapat Anda pilih. Pilihlah sesuai dengan tipe keyboard komputer yang Anda miliki, seperti Amerika, Belgia, Inggris, Bulgaria, Prancis, Jerman, dan lain-lain. Sedangkan untuk mouse, pada Oralux tidak dapat digunakan.

Anda melangkah ke konfigurasi berikutnya, yaitu display braille. Pada tahap konfigurasi ini untuk menyesuaikan Oralux dengan peralatan braille komputer yang Anda miliki, jikalau Anda tidak memiliki peralatan Braille tersebut maka Anda dapat menjawabnya “No” dengan menekan tombol keyboard selain enter. Jikalau Anda memiliki peralatan tersebut, maka Anda dapat memilih jenis display Braille sebanyak tujuh belas jenis yang disesuaikan dengan peralatan braille yang Anda miliki. Jenis-jenis display Braille tersebut, yakni Alva, BrailleLite, BrailleNote, CombiBraille, EuroBraille, HandyTech dan lain-lain. Bersamaan dengan itu pula Anda juga akan ditanyakan serial port mana yang digunakan untuk koneksi peralatan braille yang tersambung.

Kemudian setelah Anda melalui tahapan konfigurasi di atas, maka tahap selanjutnya Anda akan dilayani untuk memilih jenis desktop yang mau ditampilkan, apakah Emacspeak atau YASR. Kemudian selanjutnya konfigurasi syntheisizer, synthesizer merupakan software tts (text to speech) untuk komputer yang belum terpasang hardware tts. Ada beberapa pilihan yang disajikan, seperti Flite atau Festival Lite berbasis screen reader Festival dalam bahasa Inggris; DECtalk, yaitu program pembaca layar yang tidak free software, dan tersedia untuk beberapa bahasa, yaitu Inggris, Prancis, Jerman, dan Spanyol (harus diinstal terlebih dahulu); Multispeech, yaitu pembaca layar dengan bahasa Inggris dan Rusia; Parlemex (hanya untuk bahasa Perancis); dan Emacspeak Festival M Brola, jika Anda memilih desktop Emacspeak.

Kehadiran distro Linux Oralux diharapkan dapat memudahkan seorang penyandang tunanetra untuk belajar komputer, terutama mengenai sistem operasi Linux, mengakses Internet, mempelajari pula jaringan komputer, dan lain-lain. Akan tetapi masih sangat disayangkan, versi bahasa Indonesia belum dapat disajikan kedalam distro ini. Hal inilah yang menjadi hambatan besar bagi penyandang tunanetra Indonesia untuk mempelajari Linux, karena tidak semua bisa menguasai bahasa Inggris. Untuk itulah peran programmer Indonesia sangat dinanti-nanti untuk memanfaatkan terobosan ini.

Bagi Anda yang merasa ingin untuk mencicipi distro Oralux 0.6 Alpha dapat berselancar ke alamat pengembang [http://www.oralux.org]. Hanya dengan kapasitas memori 528 MB file ISO, Anda dapat membakarnya ke dalam satu keping CD. Tidak ada salahnya mencoba Oralux 0.6, walaupun masih dalam kondisi versi Alpha bukan ?   

sumber :[http://www.oralux.org]





Generasi Baru Knoppix Tampil Menawan dalam Bentuk Live DVD

2 03 2008

Berawal dari sebuah hobi mengoprek komputer, seorang mahasiswa di Universitas Helsinki, Finlandia, yaitu yang bernama Linus Benedict Torvalds telah berhasil mencetuskan sistem operasi baru yang dinamakan Linux pada tahun 1991. Sebenarnya Linux sendiri mempunyai hubungan kekerabatan dengan sistem operasi Unix karena dari sinilah awal terciptanya dan berkembangnya sistem operasi Linux  yang dikenal dengan open source-nya, artinya source code-nya tersedia dengan bebas untuk semua orang dan dapat dikembangkan oleh siapa saja yang ingin mengembangkannya.

Roda perjalanan Linux sendiri sampai saat ini mengalami pertumbuhan yang menjulang tinggi sekali jika dibandingkan dengan sistem operasi lain. Bayangkan saja, keampuhan sistem operasi terbuka Linux yang dijadikan solusi unggulan untuk dijadikan server dalam sebuah jaringan karena sedikitnya celah bugs yang ditemukan dalam sistem ini sehingga lubang keamanan pun menjadi sempit bagi para spam, virus maupun trojan untuk masuk sehingga pantaslah kalau disebut Linux merupakan sistem operasi yang stabil dan aman. Satu lagi sebuah terobosan yang digulir oleh Linux saat ini adalah telah dikemasnya sistem operasi Linux dalam satu CD yang berbentuk CD Live, artinya kita dapat mencicipi suguhan Linux tanpa harus menginstalnya terlebih dahulu ke dalam harddisk, tidak seperti halnya sistem operasi lain yang membutuhkan proses penginstalan agar dapat menggunakannya.

Perkembangan Live Linux CD di era millennium saat ini, kini telah menjamur ke sekian distro-disro yang baru dirilis, tak dapat disangka pula banyak dari sekian pengguna perdana Linux maupun yang telah lama sebagai linux user menggunakan distro Live Linux CD sebagai pilihan mereka karena dinilai hemat ruang harddisk (tidak perlu diinstal) dan bisa dibawa kemana-mana tanpa harus dengan susah payah mengusung CPU   jikalau sedang bepergian, tinggal bawa laptop lalu masukan Live Linux CD kedalam CD-ROM drive atau DVD-ROM drive, ditambah lagi tampilan user interface-nya serta fasilitas-fasilitas yang disediakannya pun tidak kalah menariknya dengan distro Linux yang bukan Live CD.

Knoppix merupakan salah satu distro live Linux dari sekian beragamnya distro live Linux yang beredar saat ini, tak dapat dipungkiri pula perjalanan karir Knoppix sendiri dinilai sangatlah lebih maju jika dibandingkan dengan distro Live Linux yang lain, maka pantaslah kalau distro yang satu ini dapat dikatakan sebagai Bapaknya si Live Linux.

Berbagai kelebihan di tawarkan oleh pentolan Live Linux ini, diantaranya kemampuan di dalam mendeteksi hardware secara otomatis dan telah dapat mensupport berbagai jenis graphics card, sound card, SCSI serta USB devices, kemudian proses booting yang memudahkan user, disusupi berbagai jenis software, teknik dekompresi on-the-fly, lalu Anda juga dapat menginstalnya ke dalam harddisk,  bisa menjadi tool pendemo Linux yang praktis ketika Anda ingin mengenalkan Linux kepada teman-teman Anda atau ketika dalam sebuah seminar atau workshop, serta dapat juga Anda gunakan sebagai tool test komputer sebelum Anda membeli sebuah atau beberapa Personal Computer (PC) dan Knoppix juga dapat merescue file-file Windows ketika komputer Windows milik Anda tengah crash.

Pada Bulan Agustus lalu, distro yang telah dirilis oleh orang yang berkebangsaan Jerman ini, yaitu Klaus Knopper, telah mencapai versi menjadi Knoppix 4.0.1. Salah satu hal yang baru pada distro ini adalah telah dibenamkannya kedalam Live DVD, karena pada versi sebelumnya Knoppix tampil dalam bentuk Live CD.   

Distro terbaru Knoppix 4.0.1 yang menjadikan distro Linux Debian 3.1 (Sarge) sebagai basis pembuatannya telah dihinggapi lebih dari 2.600 paket software, beberapa diantaranya, yakni aplikasi perkantoran OpenOffice 2.0 Beta, KOffice 1.3.5, Abiword 2.2.7 dan Gnumeric 1.5.1, lalu software m23, kemudian sejumlah program development ,diantaranya kdevelop3, GCJ, eclipse, dan mono; Sejumlah bugs telah diperbaiki; dicantoli kernel 2.6.12.4 versi update [http://www.kernelconcepts.de]; KDE 3.4.1 [http://www.kde.org] dipilih menjadi desktop environment andalan, akan tetapi juga telah disediakannya pilihan desktop environment lainnya, yaitu GNOME 2.8.

Anda dapat menggunakan Distro Knoppix 4.0.1 ini dengan beberapa sistem requirement, yaitu minimal memori yang dimiliki sebesar 128 Mb, jikalau anda memiliki kapasitas memori kurang dari 128 maka Knoppix tidak akan berjalan dengan optimal, untuk jenis prosesor, yaitu Pentium atau jenis lain yang setara dengan kecepatan minimal 350 MHz dan untuk keyboard maupun mouse dengan port serial atau PS/2 atau USB tidak menjadi suatu masalah, semuanya dapat berjalan kompatibel dengan sistem.

Ketika Anda ingin mencicipi aplikasi yang ada pada Knoppix 4.0.1, ada dua cara yang Anda dapat lakukan, yaitu cara pertama dengan mensetting booting pertama CD-ROM pada BIOS lalu Anda tinggal masukan DVD Live Linux-nya, maka selanjutnya Anda tinggal menunggu Knoppix sedang mendeteksi dan mengkonfigurasi hardware pada komputer milik Anda, setelah itu tampilan full KDE menanti Anda; Cara kedua adalah Anda dapat menjalankan Knoppix di atas sistem operasi windows tanpa harus merestart komputer, akan tetapi didalam melakukan hal ini Anda harus terlebih dahulu mempunyai software yang bernama coLinux (Cooperative Linux) yang dapat Anda download dengan gratis melalui alamat [http://www.colinux.org]. Software ini dapat menjadi mediator Live Linux untuk berjalan di Windows.

Tertarik dengan distro yang satu ini ? Software yang kini berada di bawah panji GNU General Public License (GPL) ini dapat Anda kantongi secara free dengan mengunjungi website [http://www.knoppix.org] dan jangan lupa siapkan satu keping DVD-RW untuk Anda bakar selanjutnya.

Sumber :

[http://www.distrowatch.com]

[http://www.knoppix.org]

[http://www.colinux.org]

[http://www.pjls16812.pwp.blueyonder.co.uk/knowing-knoppix/index.html]





Gelar Raja Live Linux Untuk PCLinuxOS

2 03 2008

Lahir pada musim panas 2003 dan awalnya dikembangkan dari Mandrake (sekarang Mandriva) 9.2, PCLinuxOS mulai dirilis dengan menggunakan kernel versi 2.4, devs dan XFree86. Berkat kegigihan pihak pengembang, distro yang mempunyai alamat website [http://www.pclinuxos.com] kini telah mengalami beberapa perbaikan, sehingga membuat user dimanjakan dengan fasilitas dan penampilannya yang menawan.

Tak hanya isapan jempol belaka, berdasarkan survei website [http://www.distrowatch.com] yang merupakan salah satu web pemerhati perkembangan Linux di seluruh dunia, distro PCLinuxOS menduduki ranking pertama dalam jajaran Linux Live CD setelah mengungguli satu peringkat di atas Knoppix. Hal ini dapat cukup menjadi bukti, bahwa distro tersebut kini telah mengalami booming di sekitar seantero pengguna linux di dunia.  

Berbagai versi terbaru kini telah dirilis pihak pengembang PCLinuxOS disesuaikan dengan pengguna user tertentu, yaitu, PCLinuxOS MiniMe 0.93a, PCLinuxOS Junior 0.93a, dan PCLinuxOS SuperGamer.

PCLinuxOS MiniMe 0.93a merupakan distro live CD yang ramping, dimana penggunaan distro ini ditujukan kepada user yang menginginkan penampilan desktop basic yang tanpa beban. Untuk mendukung kinerja distro ini, kernel 2.6.16.27 dan window manager KDE 3.5.3 dipautkan bersama didalam rangka menghasilkan performa yang baik. Alhasil Anda dapat menikmati lebih dari 5000 paket aplikasi serta Anda juga dapat menyimpan konfigurasi di usb key disk.

Sama halnya dengan PCLinuxOS MiniMe 0.93a, PCLinuxOS Junior 0.93a memiliki settingan sistem yang sama pula. Hanya saja Junior mengemas program aplikasi yang terseleksi lebih dari sekedar desktop basic, seperti aplikasi untuk web browsing, email, instant messaging, blogging, IRC  chat, musik, graphics, video, digital camera, games, FTP, BitTorrent, transfer, CD/DVD burning, dan masih banyak lagi. Distro ini dibuat untuk memudahkan bagi pengguna newbie Linux yang terbiasa memakai Windows sebelumnya.

Berbeda dengan kedua versi PCLinuxOS di atas, PCLinuxOS SuperGamer merupakan distro yang dirilis guna para gamers. Karena padatnya aplikasi yang dikemas, distro ini dirangkum dalam bentuk DVD dengan total besar aplikasi 3,61 GB. Pengembang membagi jenis games dalam distro ini ke dalam 4 jenis, diantaranya 3D Games, Arcade, Cards, dan Strategy.

Bagi Anda yang merasa ingin mencicipi PCLinuxOS dapat mendownload dengan gratis  file ISO PCLinuxOS MiniMe 0.93a dan PCLinuxOS Junior 0.93a ke alamat pengembang [http://ftp.belnet.be/linux/pclinuxos/live-cd/english/preview/, masing-masing sebesar 299 MB dan 484 MB. Sedangkan untuk PCLinuxOS SuperGamer, pihak pengembang tidak memberikannya secara gratis, Anda dianjurkan untuk memesan keping DVD PCLinuxOS SuperGamer seharga 6,99 dollar, karena melihat besarnya kapasitas dari paket yang berada di dalamnya sebesar 3,61 GB, sehingga sangat membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mendownloadnya. 

Sumber :

[ http://www.pclinuxos.com]

[http://www.distrowatch.com]





Solusi Membangun Jaringan Murah dengan K12LTSP

2 03 2008

Sekilas mungkin Anda berpikir untuk membangun sebuah usaha warung internet sangatlah membutuhkan sebuah modal yang sangat besar untuk melengkapi perlengkapan infrastruktur yang dibutuhkan, disamping pengeluaran sewa tempat dan renovasi ruangan. Akan tetapi pemikiran ini dapat ditepis, jikalau Anda menggunakan Linux sebagai basis sistem operasinya serta memakai konsep jaringan Diskless System, karena puluhan juta rupiah uang Anda dapat Anda hemat.

Jaringan Diskless System merupakan sebuah jaringan yang menggunakan satu server atau lebih untuk melayani workstation untuk melakukan komputasi dimana umumnya dengan komputer spesifikasi rendah dan tidak mempunyai tempat penyimpanan khusus (harddisk) pada user atau client. Sebagai contoh sederhana, Anda menggunakan dua buah CPU lengkap atau lebih yang diperuntukkan user atau client, akan tetapi pada kedua CPU tersebut tidak menggunakan harddisk. Jadi hanya server sajalah yang cukup dipersenjatai dengan harddisk.

Disamping biaya yang dibutuhkan minim, berbagai keuntungan banyak sekali ditawarkan oleh Diskless System, diantaranya adalah Diskless Linux dapat menjalankan program Windows 9.x/NT/200x maupun Linux sendiri; backup data terpusat di server, sehingga mempermudah dan mempermurah pekerjaan system administrator; dan keamanan data yang terpusat di server, sehingga jika terjadi masalah keamanan hanya perlu terfokus ke system server Anda. Bukan berarti konsep jaringan ini bersifat super hero alias sempurna tanpa ada cacat kelemahannya, ada juga kelemahan dari konsep jaringan ini, akan tetapi tidak perlu menjadi perhatian yang cukup serius, seperti usia pemakaian harddisk pada server akan menjadi pendek karena digunakan bersama-sama dan PC user atau client tidak bisa jalan jika server belum dihidupkan atau kerusakan server akan mengakibatkan semua PC client tidak berfungsi. Jangan khawatir karena ada usaha langkah preventif yang harus Anda lakukan untuk mencegah hal-hal diatas, yakni Anda hanya perlu memperhatikan perawatan yang lebih ekstra terhadap CPU server Anda, mulai dari kinerja hardware sampai dengan sistem servernya.

Distro Linux K12LTSP merupakan salah satu pilihan sebagai sebuah sistem server dalam jaringan tipe Diskless System, karena pada distro ini telah memuat proyek open source Linux Terminal Server Project (LTSP) [http://www.ltsp.org/ ] yang mengemas paket-paket untuk penggunaan Diskless System secara cepat, mudah, dilengkapi dengan aplikasi tambahan, serta dokumentasi yang lengkap.

Saat ini K12LTSP telah tersedia versi 4.4.1 dengan Fedora Core 4 [http://fedora.redhat.com]sebagai basis pengembangan sistem operasinya, dan dengan banyak perbaikan bugs serta update berbagai software didalamnya telah membuat performa distro yang satu ini layak di ancungi jempol. Penampilan grafis memukau desktop GNOME 2.10 dan KDE 3.4 yang dibenamkan ke dalam distro ini membuat Anda tidak akan pernah bosan untuk memandangnya secara lama. Untuk mencapai keluwesan dan kemampuan dalam mendukung hardware yang sangat luas, distro ini melengkapinya dengan menggunakan kernel 2.6.11.

Dari segi requirement K12LTSP 4.4.1, untuk PC server tidak menuntut dukungan hardware yang mencekik kantong Anda, yang dibutuhkan minimal PC server mempunyai prosesor Pentium III atau AMD atau Xeon dengan kecepatan setara 1 GH, sedangkan untuk RAM minimal mengantongi kapasitas 512 MB. Hal semua di atas haruslah terpenuhi, apabila sebuah workstation yang dibangun menampung dua sampai sepuluh PC client.

Berbagai perangkat lunak untuk mendukung jaringan telah diendapkan dan diupgrade ke dalam distro ini, diantaranya apache 13.3.34, bind 9.3.2, dhcp 3.0.3, iptables 1.3.5, dan samba 3.0.2. Bukan berarti distro ini fokus untuk jaringan sehingga software –software lain tidak ada, akan tetapi distro ini juga dipercantik dengan software-software papan atas di Linux, seperti dalam bidang perkantoran, yaitu abiword 2.42, koffice 1.4.2, open office 2.0.2, serta program manajemen email evolution 2.6.0; bidang multimedia, yaitu amarok 1.3.8, XMMS 1.2.10, serta pembakar CD K3B; bidang design grafis, yaitu GIMP 2.2.10; sedangkan untuk dunia internet, firefox 1.5.0.1 menjadi jagoan browser engine dan gaim 1.5 menjadi program pilihan chatting yang handal.

Penggunaan distro yang satu ini dapat juga menjadi sebuah solusi juga untuk membangun lab komputer di sekolah-sekolah, seperti SMP, SMU, dan SMK yang saat ini menjadi sebuah dilemma dikalangan dunia pendidikan karena biaya untuk membangun sebuah lab komputer ditaksir mencapai mencapai puluhan juta rupiah, sehingga cukup memeras anggaran keuangan sekolah. Hal inilah yang menjadi faktor penghambat dalam dunia pendidikan, disatu sisi perkembangan teknologi informasi begitu mengalir deras dan di satu sisi lagi siswa-siswi sekolah dituntut untuk memanfaatkannya sebagai wujud untuk mencerdaskan kehidupan bangsa agar tidak tertinggal dengan bangsa-bangsa yang lain dibidang teknologi.

Berminat untuk mencoba distro yang satu ini dalam membangun usaha warnet atau lab komputer sekolah, distro K12LTSP 4.4.1 dapat anda dapatkan file ISO-nya dengan secara free dengan terlebih dahulu anda berseluncur ke alamat website pengembang [http://k12ltsp.org/contents.html]. Pengembang menyediakan 5 buah file ISO untuk didownload, masing-masing sebesar 645 MB, 649 MB, 634 MB, 649 MB, dan 387 MB. Dengan K12LTSP, Anda tak perlu pusing lagi untuk memulai usaha. Selamat mencoba…

Sumber : [http://www.ltsp.org ]

[http://fedora.redhat.com]

[http://k12ltsp.org]





Reformasi Ditubuh Fedora Core 5

2 03 2008

Berawal dari sebuah Fedora project, distro Linux Fedora Core dikembangkan untuk pertama kalinya pada tahun 2002 silam. Misi yang tertuang dalam Fedora project adalah untuk menghadirkan peran komunitas Linux di seluruh dunia dalam mengembangkan sistem operasi open source yang handal namun bersifat free, sehingga penggunanya tidak harus dibebankan dengan biaya lisensi. 

Setelah rilis selama  kurang lebih empat tahun di dunia open source, kini Fedora Core merupakan salah satu distro Linux yang paling banyak penggunanya di seluruh dunia, baik untuk keperluan pemakai personal maupun korporat. User friendliness yang cukup tinggi, baik dalam hal instalasi maupun konfigurasi sistem, serta sistem sekuriti yang canggih menjadi salah satu daya tarik dari distro ini. Maka tak khayal banyak pihak yang menantikan peluncuran rilis terbaru dari distro ini dengan  harapan beberapa perbaikan dan fitur baru, serta versi yang lebih stabil dari sebelumnya.

  

Akhirnya setelah penantian yang cukup lama selama sembilan bulan, distro yang disponsori langsung oleh Perusahaan Red Hat ini, kini merilis versi terbarunya menjadi Fedora Core 5. Pihak pengembang memberikan jargon kepada Fedora Core 5 dengan istilah sebutan “Bordeaux”.

Dalam versi terbarunya, Fedora Core 5 tampil dengan balutan window manager versi anyar, yakni GNOME 2.14, KDE 3.5.1, serta XFce 4. Berbagai kelebihan dimiliki oleh ketiga window manager, yakni telah tampil dengan performa kecepatan lebih cepat dari  versi sebelumnya dan berbagai fitur dalam hal power management, file sharing, user help, system administration, teleconferencing, picture browsing, dan networking  telah mengalami peningkatan kinerja, dan yang paling terpenting adalah telah diperbaikinya berbagai bugs yang terdapat pada versi sebelumnya.   

Sistem X-Window Xorg 7.0 dipilih menjadi penyedia protokol dan fungsi-fungsi yang diperlukan untuk membangun ketiga window manager tersebut, dimana Xorg 7.0 kini dibangun secara modular sehingga memungkinkan bagi Anda dapat melakukan modifikasi dan perbaikan dalam waktu singkat. Pembaharuan juga terjadi pada kernel, yakni menjadi kernel versi 2.6.16. Pada versi kernel kali ini melalui penerapan Dmraid dapat mendukung berbagai motherboard yang memiliki fitur BIOS dan driver untuk RAID. “Tak ada gading yang tak retak”, mungkin pepatah ini diperuntukan Fedora Core 5 saat ini, karena ternyata kernel yang diusung belum dapat kompatibel dengan driver grafis dari vendor ATI atau Nvidia. Akan tetapi jangan khawatir, karena dalam waktu dekat ini kernel tersebut akan diperbaiki dan dapat didownload secara free [http://kernel.org/].

Berbagai aplikasi gacoan dapat Anda cicipi dalam distro ini, mulai dari aplikasi perkantoran, seperti Open Office 2.0.2; aplikasi design grafis, seperti Gimp 2.2.10; aplikasi database, seperti MySQL 5.0 dan PostgreSQL 8.1; aplikasi penjelajah internet Firefox 1.5; aplikasi chatting Gaim 1.5; aplikasi multimedia Amarok 1.4 dan Kaffeine 0.7.1; serta aplikasi bakar CD K3b 0.12.10. Tak hanya menyediakan fitur serta aplikasi perbaikan dan peningkatan dari versi sebelumnya, akan tetapi distro ini juga memuat berbagai fitur serta aplikasi terbaru mencapai muatan 500 MB.

Salah satu kelebihan dari kehadiran Fedora Core 5 dibandingkan dengan versi sebelumnya adalah telah dibenamkannya perangkat lunak Yum yang berfungsi sebagai aplikasi installer dan remover bagi paket instalasi rpm, sehingga Anda cukup dimudahkan dalam melakukan manajemen software yang ingin Anda gunakan di dalam sistem operasi Fedora Core 5.

Untuk sistem requirement, memang distro ini menawarkan spesifikasi yang tinggi, bayangkan saja, agar Anda dapat menikmati  GUI (Graphical User interface) dengan perfoma yang baik, minimal memori komputer yang harus Anda miliki sebesar 256 MB dan lebih disarankan lagi sebesar 512 MB, akan tetapi jika Anda ingin menginstal hanya dengan tampilan text mode saja, memori 128 MB cukup di partnerkan dengan komputer Anda.

Jika Anda adalah pengguna distro Fedora Core versi sebelumnya, hal pertama yang Anda  akan rasakan perubahannya adalah ketika Anda mulai menginstalnya, Anda akan melihat installer Anaconda dengan penampilan wajah baru. Melalui penampilan barunya, Anaconda menampilkan layar percakapan instalasi yang lebih menarik dari sebelumnya dengan tampilan full grafis dan memudahkan bagi Anda untuk menginstal tanpa ada rasa khawatir untuk melakukan kesalahan proses instalasi , karena installer akan memandu Anda disetiap tahapan proses instalasi.

Merasa ingin mencicipi Fedora Core 5, Anda dapat mendownload 5 file ISO yang siap untuk dibakar dengan mengunjungi alamat website pengembang [http://fedora.redhat.com] , pihak pengembang juga menyediakan file ISO untuk berbagai arsitektur komputer, seperti x86, x64 (x86_64) dan PPC (Power/PowerPC). Bagi Anda yang ingin merangkum instalasi Fedora Core 5 dalam satu paket, pihak pengembang juga menyediakan file ISO dalam bentuk format DVD.

    





Selamatkan PC Crash dengan SystemRescueCd

2 03 2008

Apa yang akan Anda lakukan ketika tiba-tiba sistem dan data di dalam PC Anda mengalami crash ? Mungkin Anda akan merasa bingung dan pusing karena banyaknya data penting yang harus diselamatkan dari PC Anda yang crash. Akan tetapi Anda jangan panik dan tetap tenang karena SystemRescueCd akan menolong Anda.

SystemRescueCd merupakan distribusi sistem operasi Linux yang dibuat secara khusus untuk memperbaiki sistem dan data setelah mengalami crash. Cara pemakaiannya sangatlah mudah, karena distro ini merupakan Live CD, jadi Anda tinggal masukkan CD kedalam CD-ROOM drive, lalu biarkan PC Anda membacanya. Anda juga dapat menginstal distro ini ke dalam USB drive, akan tetapi pastikan terlebih dahulu sistem BIOS dapat melakukan booting pada USB drive. 

Di dalam mendukung fungsinya, maka disematkanlah berbagai utilitas sistem kedalamnya, seperti :

1.    GParted, yang dapat digunakan untuk membuat atau mengedit partisi file sistem, software ini sering disebut sebagai software cloningan Partition Magic di Linux karena kemiripan interfacenya dengan software Partitiom Magic di Windows.

2.    GNU Parted, beda halnya dengan GParted yang berjalan pada Graphical User Interface (GUI), software yang berfungsi juga untuk manajemen file sistem ini berjalan pada sistem text based atau scripting.

3.    Partimage, dapat digunakan untuk merestore partisi linux apabila terjadi masalah dikarenakan virus atau file sistem yang error dan perangkat lunak ini juga dapat melakukan cloning sistem operasi ke beberapa jumlah PC.

4.    Tool-tool file sistem, yakni e2fsprogs, reiserfsprogs, reiser4progs, xfsprogs, jfsutils, ntfsprogs, dosfstools.

5.    Ntfs3g, digunakan untuk memounting partisi Windows Anda di Linux dengan mendapatkan hak akses file penuh untuk read atau write.

6.    Sfdisk, digunakan untuk untuk membackup dan  merestore partisi file sistem.

7.    Test-disk, tool yang dapat mengecek dan mendelete partisi file sistem.

8.    Tool network, seperti Samba, NFS, ping, dan nslookup. sehingga memungkinkan Anda untuk mensharing data dengan komputer lain apabila teman Anda membutuhkan data yang Anda miliki dengan cepat walaupun sedang terjadi crash pada PC yang Anda miliki.

9.    Antivirus Clamav, Apabila crash-nya PC Anda dikarenakan terkena virus, Anda dapat melakukan proses scanning virus dengan software yang satu ini.

Distro yang menjadikan distribusi Linux Gentoo sebagai basis pengembangannya, telah mensupport berbagai file sistem, seperti ext2, ext3, reiserfs, reiser4, xfs, jfs, vfat, ntfs, dan iso9660. Pihak pengembang kini sudah merilis SystemRescueCd versi 0.3.2. Jadi bagi Anda yang ingin mencicipi distro ini, Anda dapat mendowload file ISO sebesar 118 MB dengan berseluncur ke alamat pengembang [http://www.sysresccd.org]. 

sumber : [http://www.sysresccd.org]





Setan Linux Berjuang Sebagai Router/Firewall

1 03 2008

Keberadaan sistem operasi Linux hingga kini membawa keberkahan tersendiri bagi dunia IT, karena eksistensi dari sistem operasi pinguin ini memiliki sebuah keunikan yang berbeda dengan sistem operasi yang telah ada dan berkembang hingga dekade kini, khususnya dalam hal kestabilan dan security yang ditawarkan.

Jikalau menengok kebelakang diwaktu silam yang lalu, wacana open source yang telah digulirkan oleh Linus Benedict Torvald telah menggiring para hacker serta programmer sedunia untuk ikut berkecimpung mengembangkan sistem operasi ini. Ketika sesuatu salah pada piranti open source, maka tak khayal banyak hacker maupun programmer yang akan turun tangan, menganalisis apa kesalahannya, dan segera menyediakan solusi bagi pemakai, dan yang mereka lakukan adalah tanpa dipungut bayaran. Beda halnya dengan sistem operasi yang close source, yang mana setiap orang tidak diperkenankan untuk mengetahui dari kode programnya apalagi mengutak-utiknya, sehingga anda tidak akan pernah tahu apakah program yang dibeli itu aman atau tidak, bahkan jika ada pemberitahuan tentang bug dari pengguna, seringkali antisipasi yang dilakukan vendor pengembang sudah terlambat.

Sebagai standalone PC, atau komputer pribadi yang berdiri sendiri, anda akan menemukan bahwa Linux adalah sistem operasi yang dapat diandalkan. Tidak ada lagi gangguan virus, hang di tengah jalan, atau reboot puluhan kali. Apalagi jika komputer terhubung ke internet, Linux menjanjikan keamanan yang memadai . Selain tangguh sebagai komputer pribadi, Linux menawarkan kinerja optimal untuk dijadikan server. Akan tetapi tidak hanya handal sebagai server, seiring dengan makin populernya Linux, kebutuhan akan workstation dapat pula ditopang dengan baik oleh Linux.

Kemajemukan Linux saat ini memang dirasakan membingungkan, akan tetapi setiap dirilisnya setiap distro menawarkan keunikan yang berbeda-beda satu sama lainnya. Perlu anda ketahui bahwa ada beberapa faktor yang dapat anda bedakan dari setiap distro Linux yang telah dirilis, yakni yang pertama adalah dari cara instalasinya, yang kedua adalah dari tujuan pembuatannya (fokus sebagai server, kantoran, multimedia, entertainment, atau sebagai edukasi anak-anak, serta masih banyak lagi), yang ketiga adalah dari versi kernel yang digunakan, dan yang keempat adalah aplikasi-aplikasi yang masuk ke dalam paket distro tersebut.

Seperti halnya distro Devil Linux yang dirilis guna memenuhi tugas sebagai router dan firewall dalam sebuah jaringan. Router berguna untuk menghubungkan suatu jaringan dengan jaringan lain, dan juga berfungsi untuk memisahkan paket informasi jaringan tersebut dengan jaringan lainnya, sehingga paket informasi yang hanya dibutuhkan untuk jaringan itu tidak akan keluar dari jaringan lokal, dan begitu pula sebaliknya paket informasi dari luar yang tidak ditujukan untuk komputer yang ada pada jaringan tidak akan diteruskan kedalam jaringan lokal. Sesuai dengan artinya dinding, firewall bertindak sebagai pembatas yang nantinya akan membatasi atau menyaring informasi yang akan keluar dan masuk jaringan, sehingga dapat mencegah adanya usaha dari luar jaringan untuk mendapatkan informasi dari dalam jaringan.

Anda tidak perlu menyisihkan ruang space kosong di harddisk karena distro ini dikemas dalam bentuk live cd yang memungkinkan anda tidak perlu menunggu lama untuk menikmati fasilitas yang tersedia, karena kehadirannya tanpa harus diinstal terlebih dahulu di komputer anda.

Devil Linux sendiri tidak memerlukan tuntutan hardware yang tinggi, hanya dengan spesifikasi komputer minimal intel 486 serta memori RAM 32 MB anda sudah dapat mencicipinya. Jadi bagi anda yang memiliki komputer yang anda anggap sudah tua dan berniat untuk menjual atau membuangnya, sepertinya anda harus pikir dua kali karena komputer tua anda tersebut ternyata dapat menjadi peranan yang penting sebagai router/firewall dalam sebuah jaringan yang anda kelola.

Distro yang dirilis mulai pada tanggal 31 Oktober 2003 ini, kini telah mencapai versi stabil 1.2.8, beragam fasilitas dan aplikasi telah dilengkapi serta diupdatenya. Dalam versi terbarunya, Devil Linux telah menggandeng kernel 2.4, dimana pada versi kernel ini mempunyai telah memiliki terobosan baru jika dibandingkan dengan versi kernel sebelumnya, diantaranya kernel 2.4 telah kompatibel dengan sebuah sistim yang menggunakan multi-prosesor dan memori yang besar (1 GB ke atas). Kernel 2.4 juga mampu menangani sampai dengan 64 GB RAM dan mampu memberikan manfaat nyata apabila sistim harus memproses jumlah data yang sangat besar. Disamping itu kernel versi ini juga telah mendukung penampilan dari pentium 4.

Kemudian, distro ini memiliki ciri khas tersendiri jika dibandingkan dengan distro yang lain. Hal ini dapat dilihat dari telah disediakannya perangkat aplikasi perang melawan virus, seperti aplikasi antivirus clamav versi 0.87.1[http://www.clamav.net]. Antivirus ini bekerja dengan berintegrasi dengan server mail untuk memeriksa segala jenis file sisipan (attachment) yang datang melalui via e-mail ke komputer anda dan apabila ditemukan sebuah atau beberapa virus yang masuk ke dalam komputer anda, maka program ini tidak akan segan-segan untuk melaporkannya kepada anda. Antivirus ini dianggap ampuh karena telah banyak mendukung jenis format file kompres, seperti RAR (2.0), Zip, Gzip, Bzip2, Tar, MS OLE2, MS Cabinet files, MS CHM (Compressed HTML), MS SZDD dan dapat mendeteksi lebih dari 36.000 jenis virus, worm, dan trojan. Distro ini juga telah dilengkapi dengan aplikasi-aplikasi networking, seperti Proxy Server, DNS Server, Mail Server, HTTP Server, FTP Server, File Server, DHCP Server, NTP Server, dan IDS Node.

Keunggulan fitur tambahan dari distro ini adalah mempunyai kemampuan untuk berjalan di lingkungan USB, anda dapat menginstal file ISO kedalam perangkat removable storage yang anda miliki. Untuk selanjutnya motherboard akan melakukan booting dari USB pendrive anda (itupun jika motherboard anda tersedia pilihan fasilitas untuk melakukan booting dari USB). Fitur tersebut memberikan kepada anda sebuah kemudahan untuk membangun sebuah firewall atau server yang sempurna pada komputer anda, karena hal di atas dinilai sebagai sebuah langkah yang efektif dan efisien. Selain itu juga, distro ini dapat menyimpan file-file konfigurasi Linux yang ada ke dalam floppy disk atau USB flash media, serta dapat pula langsung di burning ke dalam sebuah CD.

Sejak awal dirilisnya Devil Linux, distro ini tidak menyediakan X-Window sehingga anda tidak dapat dimanjakan dengan lingkungan antarmuka grafis yang user friendly, semua aktifitas yang anda lakukan harus dilakukan dengan scripting. Pihak pengembang memang sengaja tidak melengkapi X-Window dikarenakan alasan untuk meningkatkan celah keamanan dari program-program yang dijalankan serta memaksimalkan kecepatan dari jalannya sistem operasi. Kalau dilihat memang penggunaan distro ini dikhususkan bagi admin yang sudah terbiasa dengan lingkungan kinerja sistem operasi Linux. Jadi bagi anda yang baru mengenal Linux disarankan untuk mempelajari Linux lebih mendalam lagi, khususnya dalam fungsinya sebagai server.

 

Bagi anda yang gemar melakukan hacking, boleh jadi distro ini dapat menemani anda dalam melakukan aktivitas hacking ketika anda sedang dalam kondisi traveling. Cukup anda membawa CD Devil Linux lalu anda meminjam komputer teman anda atau menyewanya dari warnet, membuat hobi hacking tidak terhalangi oleh kesibukan perjalanan anda.

 

Berminat dengan distro yang satu ini ? Anda dapat mendownloadnya langsung ke alamat website pengembang [http://www.devil-linux.org] dengan menyisihkan ruang kosong harddisk anda sebesar 154 MB, kapanpun si Setan Linux siap melayani permintaan download anda kapan saja.

Sumber : [http://www.devil-linux.org]

[http://www.clamav.net]





Waroeng Igos Payung Legal Bagi Usaha Warnet Indonesia

1 03 2008

Belum lama ini pihak pengusaha warnet dikejutkan dengan masalah baru yang cukup panas dan menimbulkan pro dan kontra, yaitu aksi sweeping yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap sistem operasi Windows dan perangkat-perangkat lunak yang tidak memiliki lisensi di dalam penggunaannya. Hal ini menyebabkan warnet menjadi tidak beroperasi karena dibayangi rasa takut akan sangsi yang diberikan oleh pihak aparat karena telah melanggar Undang-Undang HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual), yakni sangsi denda materil yang mencapai puluhan juta rupiah atau sangsi kurungan dalam bui. Beberapa dari mereka bahkan ada yang putus asa dan harus gulung tikar karena tidak mampu untuk membeli lisensi perangkat lunak yang jumlah nilai harganya tidak dapat dianggap remeh.

Beraneka ragam langkah tindakan pula dilakukan oleh beberapa pihak pengelola warnet didalam langkah penyelamatan usaha mereka. Ada yang terpaksa harus membeli lisensi sistem operasi Windows, walaupun dengan harga yang relatif cukup tinggi. Akan tetapi beberapa dari mereka yang mengambil jalan ini bukan merupakan solusi yang pas untuk mengakhiri permasalahan sweeping karena masih banyaknya software-software yang digunakan, seperti Microsoft Office, Adobe Photoshop, Corel Draw, AutoCAD, dan masih banyak lagi tanpa mengantongi lisensi dari vendor pengembang. Kemudian langkah kedua yang diambil dari beberapa pengelola bisnis warnet adalah migrasi ke dunia open source, yaitu Linux, keputusan tersebut diambil karena dinilai lebih aman untuk jangka waktu yang panjang. Lalu langkah ketiga yang diambil, yaitu tetap nekat menggunakan sistem operasi dan software bajakan tanpa diketahui oleh pihak aparat alias diam-diam. Setiap langkah tindakan di atas memang kalau dibahas secara seksama memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan yang ditawarkan, hal ini tinggal diserahkan oleh pihak pengelola warnet saja mengenai keputusan yang diambil.

Bagi Pengelola Warnet yang dirasa tidak mampu atau tidak ingin membeli lisensi, maka langkah tindakan kedua merupakan sebuah solusi pilihan yang bijak. Sekarang, mungkin kebingungan dirasa ketika harus memilih distro mana yang cocok untuk mendukung kerja yang baik dalam usaha warnet. Karena sampai saat ini, sudah ada lebih dari seratus distro yang beredar diseluruh penjuru dunia dan kebanyakan dari distro tersebut dapat di download secara gratis, mulai dari hanya satu CD sampai yang empat belas CD (Debian Sarge). Tak usah khawatir, karena IGOS mampu menjawabnya.

IGOS (Indonesia Goes Open Source) merupakan program nasional di dalam rangka memperkuat sistem teknologi informasi nasional serta untuk memanfaatkan perkembangan teknologi informasi global, melalui pengembangan dan pemanfaatan Open Source Software (OSS) telah memberikan solusi berupa dirilisnya distro linux Waroeng IGOS. Dengan hadirnya distro Linux ini diharapkan dapat menjadi sebuah solusi yang jitu untuk melanjutkan bisnis wanet di Indonesia tanpa rasa takut untuk di sweeping.

Kemolekan dari penampilan distro tersebut diprakarsai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Kementrian Riset dan Teknologi, Departemen Komunikasi dan Informatika, Asosiasi Warnet Indonesia, Pasific Satelit Nusantara dan Universitas Gunadarma. Sedangkan otak pengembang utama dibalik Waroeng Igos sendiri adalah tiga serangkai, yakni I Made Wiryana, Achmad Sofyan, dan Owo Sugiana.

Waroeng Igos tersedia dan bisa didownload secara gratis, berupa 3 jenis file ISO di alamat [http://igos.gunadarma.ac.id]. Ketiga jenis file ISO tersebut, yakni pertama adalah versi instalasi dengan mengemas sistem sebagai server dan klien, memiliki kapasitas download sebesar 649,9 MB; kedua adalah versi Live CD warnet server dengan kapasitas download 674,1 MB; dan ketiga adalah versi Live CD warnet klien dengan kapasitas download 705,1 MB.

Ketika pertama kali memasuki desktop Waroeng Igos versi Live CD, Anda akan merasakan nuansa distro Linux Knoppix pada tampilan dekstopnya. Hal ini dikarenakan, Waroeng Igos dengan bentuk Live CD menggunakan Knoppix 3.8 sebagai basis pengembangannya dengan KDE 3.3 sebagai window manager-nya. Keluwesan kernel 2.6.11 juga ditancapkan dalam distro versi Live CD ini sehingga tidak perlu dikhawatirkan akan kompatibilitas hardware yang dimiliki oleh komputer Anda, karena telah mampu mendeteksi perangkat keras secara otomatis dan mensupport berbagai jenis graphics card, sound card, SCSI serta USB devices. Proses pendeteksian perangkat storage baik internal maupun eksternal telah pula dilakukan secara otomatis oleh distro yang satu ini, yaitu dengan menampilkannya di layar desktop berupa icon, sehingga user tidak perlu direpotkan untuk melakukan proses mounting melalui konsole, akan tetapi cukup dengan mengklik dua kali icon perangkat storage yang berada di layar desktop, maka proses mounting telah berjalan. Berbagai macam paket software juga telah dijejalkan ke dalam distro Live ini yang diantaranya dapat dijadikan pengganti dari aplikasi-aplikasi popular yang berjalan di Windows dan biasa digunakan oleh kebanyakan pengunjung warnet, seperti software pemutar MP3 XMMS sebagai pengganti Winamp, software manipulasi image GIMP solusi pengganti Photoshop, software perkantoran Open Office, Acrobat Reader pembaca PS dan PDF, software Xine yang dapat memainkan berbagai format file audio, software Kvirc untuk solusi chatting, mesin browser Mozila Firefox, software mail client KMail, dan masih banyak lagi software pengganti lainnya. Salah satu keunggulan dari distro Live ini adalah telah disediakannya software billing server dan billing client berbahasa Indonesia untuk digunakan sebagai manajemen adminitrasi waktu dan jumlah pembayaran dari komputer yang digunakan oleh pengunjung warnet.

Sedangkan untuk versi instalasi Waroeng Igos menggunakan basis sistem operasi Linux Fedora Core 3 di dalam pembuatannya. Dalam proses instalasi, Instaler menawarkan kemudahan dan kecepatan kepada Anda, karena semua tahap instalasi menggunakan Bahasa Indonesia dan hanya dengan membutuhkan waktu kurang dari 45 menit, maka Anda sudah dapat mencicipinya. Berbeda dengan versi Live CD, dalam versi instalasi menggunakan tatap antar muka grafis KDE 3.3 dengan kernel 2.6.9 . Untuk paket software yang disajikan memang kalau dilihat ada perbedaan dengan versi Live CD, tetapi hal ini tidak merubah dari muatan yang disajikan, yaitu tersedianya berbagai software alternatif untuk warnet yang berjalan di Windows.

Anda tidak perlu dikhawatirkan akan tuntutan perangkat keras yang harus dipenuhi di dalam menggunakan Waroeng Igos, minimal Anda harus memiliki perangkat keras komputer setara dengan Pentium II dan mempunyai memori RAM minimal sebesar 128 MB agar aplikasi-aplikasi yang terdapat dalam sistem dapat berjalan dengan mulus dan lancar.

Sudah saatnya kini pengelola warnet berani untuk beralih ke open source, karena Waroeng Igos telah menjadi salah satu solusi gratis yang handal jika Anda dapat memanfaatkannya dengan baik. Selamat mencoba.

Sumber :

[http://igos.gunadarma.ac.id]

[http://www.igos.web.id/]