Asianux : Distronya Bagi Orang Asia

2 03 2008

Linux sebagai sebuah sistem operasi open source yang artinya, yaitu source code-nya disediakan dengan bebas untuk semua orang tanpa terkekang payung lisensi untuk mendapatkannya. Hal ini menyebabkan seseorang atau komunitas dapat berunjuk gigi dalam mengembangkan Linux  guna menghasilkan sebuah sistem operasi yang sesuai dengan keinginan atau kepentingan si pengembang. Alhasil saat ini kita telah melihat banyaknya variasi Linux yang berbeda dan mungkin membingungkan bagi user untuk memilih dari sekian banyak jenis distro Linux yang ada. Akan tetapi pada dasarnya, masing-masing distro Linux mempunyai keunikan dan fitur-fitur tersendiri. Memilih sebuah distro tak khayal seperti kita memilih baju yang ingin kita pakai, hanya masalah selera dan kebutuhan.

Berawal dari semangat mengembangkan Linux inilah, tiga Negara yang berasal dari Asia Timur, yaitu  Perusahaan Red Flag Software Cina, Perusahaan Miracle Linux Jepang dan Perusahaan HaanSoft Korea Selatan bekerja sama mengembangkan sistem operasi Linux yang diperuntukan sebagai sistem server, versi Linux ini bernama Asianux.

Distro Linux yang mulai pertama kali diluncurkan tahun 2004 silam ini, memiliki agenda besar ke depan, yakni melalui kerjasama yang dilakukan oleh ketiga perusahaan tersebut, diharapkan nantinya Asianux dapat dijadikan sebuah standar penggunaan sistem server di wilayah Asia. Adapun target dari objek pemakaian Asianux sendiri nantinya akan tertuju pada kalangan pelaku bisnis regional serta bidang pemerintahan, sehingga dengan diluncurkannya Asianux diharapkan dapat menjadi sebuah momen semangat bagi gerakan “Go Open Source” yang kini marak dilakukan di masing – masing negara di Tanah Asia.

Pada bulan Agustus kemarin, distro yang menggunakan distribusi Red Hat sebagai basis dari pembuatan sistem operasinya telah mencapai versi Asianux 2.0 . Berbagai perbaikan bugs dan fitur-fitur tambahan telah di rangkum ke dalamnya, diantaranya yaitu telah menggunakan kernel 2.6 di dalam menunjang kinerjanya; kompatibel dengan prosesor AMD Opteron, prosesor AMD Athlon, prosesor Xeon Intel 32 bit, dan prosesor Xeon Intel 64 bit yang kini tengah booming di dunia prosesor karena kemampuannya yang dapat mengolah instruksi sepanjang 64-bit dalam satu clock cycle sehingga secara tidak langsung mendukung kinerja memori lebih cepat, saat ini penggunaan teknologi prosesor 64 bit telah didominasi oleh sistem operasi Windows; disediakannya LKCD, LKST, Diskdump, Netdump dan berbagai jenis lainnya dalam mendukung kinerja sebuah sistem server; mendukung CGL 2.0;  virtualisasi berbasis IBM OpenPower; manajemen tools yang professional dan user-friendly sangat efektif di dalam menurunkan biaya maintenance; kompatibel dengan LSB 3.0 dan LI18N;  dukungan akan device main stream server, storage dan network telah diperbaiki; peningkatan keamanan dengan ACL, NX, Crypt file system, latest Security Patch, VPN, dan pre-configed; dan mendukung EFI (Extensible Firmware Interface) di dalam platform IA32 dan IA64.

Demi hadirnya ketersediaan aplikasi dan kompabilitas hardware yang merupakan kunci utama dalam penggunaan sebuah sistem operasi, Asianux 2.0 kini telah banyak disokong oleh perusahaan-perusahaan global software dan hardware terkemuka, seperti Adaptec, AMD, BEA, CA, Dell, EMC, Emulex, HP, Hitachi, IBM, Intel, NEC, Oracle, Samsung Electronics, SAP, Stratus Technologies and Symantec.

Ketika Anda menginstal Asianux 2.0 ke dalam komputer Anda, interface dari tahap penginstalan hampir sama dengan distribusi Linux Fedora Core (distro perkembangan dari sistem operasi Linux Red Hat juga). Seperti penginstalan distro Linux pada umumnya, Anda akan melalui 4 proses dalam penginstalan ini, yaitu startup, partisi, configuration, dan instalasi paket software. Distro yang memiliki 4 bahasa, yaitu Inggris, Cina, Jepang, dan Korea telah mengemas 1048 paket software kedalamnya dan untuk mendapatkan paket software itu semua, Anda hanya diminta untuk menyisihkan ruang hardisk sebesar 3,3 GB. Tetapi amat disayangkan, aplikasi perkantoran seperti OpenOffice atau KOffice tidak terdapat ke dalam paket software ini, padahal sebuah sistem server yang ditujukan untuk bidang bisnis regional dan pemerintahan cukup membutuhkan juga aplikasi perkantoran sebagai pelengkap kegiatan adminitrasi kantor.

Window manager KDE menjadi pilihan bagi Asianux 2.0 didalam menyediakan antarmuka grafisnya karena KDE dinilai sebagai window manager yang handal dengan antarmuka yang intuitif. Asianux 2.0 mencoba menampilkan KDE yang mirip interfacenya dengan Windows, sehingga bagi Anda user yang belum terbiasa dengan tampilan Linux dapat cepat beradaptasi. Kemudian pada taskbar secara default telah tersedia Firerefox, Kontact dan Konsole.

Bagi Anda yang ingin menjadikan Asianux 2.0 sebagai mitra kerja dalam sistem server yang Anda miliki, Anda dapat mencobanya secara free dengan hanya mendownload 2 file ISO yang masing-masing sebesar 661 MB dan 554 MB ke alamat [http://www.asianux.com]. Tak ada salahnya mencoba kan ?.



Actions

Information

Leave a comment