Emh…hhhh akhirnya gw nemuin juga secara tertulis perbedaan antara penggunaan domain dengan workgroup pada workstation. Sebelumnya jujur aja gw agak masih sedikit bingung dalam penerapannya, tapi Alhamdulillah gw nemuin jawabannya.
Begini…i
Setiap workstation bisa berpartisipasi dalam suatu workgroup atau domain. Banyak admin mengelolanya sebagai domain untuk mengukur sumberdaya.
Suatu domain server adalah server dengan semua fungsinya, memiliki database user dan group yang mencakup semua sumberdaya domain. Domain bisa saling dihubungkan bersama via trusted domain. Keuntungan dari trusted domain adalah, user hanya perlu satu user account dan password untuk memperoleh sumber daya di semua komputer anggota domain, dan administrator bisa mengelola sumberdaya secara terpusat.
Workgroup sekedar mengelompokkan sejumlah workstation yang bukan anggota domain.
Account user dan group ditangani secara berbeda-beda antara domain dan workgroup. User account bisa ditentukan pada tingkatan local atau domain. Local user account hanya bisa logon pada komputer secara lokal, sedangkan domain account bisa logon dari workstation manapun di domain.
Global group account ditentukan pada tingkatan domain. Suatu global group account menjadi cara mudah untuk memberikan akses ke sekelompok user dalam domain. Local group account ditentukan pada masing-masing komputer. Local group account bisa beranggotakan global group account dan user account.
Dalam suatu domain, database user dan group di-shared oleh server. Setiap workstation dalam domain tidak memiliki copy database tersebut, tetapi bisa mengaksesnya. Sedang dalam Workgroup, setiap komputer dalam memiliki database sendiri, dan tidak membagi informasi tersebut.
Oke, itulah perbedaan antara domain dan workgroup. Implementasi domain dapat diterapkan di sistem operasi Linux dan sistem operasi Windows NT. Akan tetapi cobalah penerapannya di Linux, karena dari situ kita akan banyak lebih mengeksplor lebih jauh.
Recent Comments